Nggak Bisa Tidak, Ukuran Kios Pasar Klewer Bakal Mengecil, Ini Reaksi Pedagang
Nggak Bisa Tidak, Ukuran Kios Pasar Klewer Bakal Mengecil, Ini Reaksi Pedagang
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan memangkas ukuran kios saat pembangunan kembali Pasar Klewer yang terbakar pada tahun 2014.
"Kios-kios yang akan dikurangi ukurannya berada di lantai satu. Ukuran kios tersebut dikurangi sekitar 10 persen dari ukuran semula, karena untuk fasilitas publik," ujar Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP), Subagiyo, Selasa (10/5/2016).
Subagiyo menjelaskan fasilitas publik yang akan dibangun di Pasar Klewer yakni eskalator, lift, tangga dan fasilitas lainnya seperti kursi. Di lantai tersebut, lanjut Subagiyo, akan disediakan kios bagi 851 pedagang. Sebelum Pasar Klewer terbakar, mereka adalah pemilik kios di lantai yang sama.
Namun, menurutnya, pemangkasan ukuran hanya akan dilakukan terhadap kios yang dianggap luas. Merujuk desain pasar milik DPP, terdapat 18 ukuran kios mulai 3 meter persegi hingga 36 meter persegi.
"Jadi kios-kios yang luas, seperti 36 meter persegi atau 30 meter persegi, itulah yang akan dikurangi luasannya sebanyak 10 persen," sambungnya.
Subagiyo mengaku, pemangkasan kios tersebut dilakukan lantaran keterbatasan lahan Pasar Klewer. Selain itu, sebelumnya Pasar Klewer juga tidak memiliki fasilitas publik yang membuat para pengunjung nyaman untuk berbelanja. "Kami juga terpaksa melakukannya, karena kios di lantai satu jumlahnya paling banyak, dibandingkan kios di lantai dua," ungkapnya.
Selain pembangunan kios di lantai satu, Subagiyo mengatakan akan membangun lantai semi basement yang akan digunakan untuk menampung para pedagang yang sebelumnya menempati lantai dua.
"Jumlah pedagang di semi basement hanya 681 orang, sehingga luas lahannya masih cukup," kata Subagiyo.
Ia mengklaim, rencana pemangkasan ukuran kios tersebut sudah disosialisasikan kepada pedagang.
"Apalagi dulu permintaan pedagang sebelum pembangunan Pasar Klewer dimulai adalah menempati kios secara gratis, tidak ingin dipindah ke blok baru, serta tidak ada pengurangan luas kios," urai Subagiyo.
Proses pembangunan tahap kedua Pasar Klewer sudah dimulai beberapa hari lalu dan ditargetkan rampung akhir tahun 2016. Saat ini, pelaksana proyek tengah membongkar 28 kios di pasar sisi timur, guna memberikan akses alat berat masuk ke lokasi pembangunan.
Terpisah, Komunitas Pedagang Pasar Klewer (KPPK) mengaku tidak mempersoalkan rencana pemangkasan ukuran kios tersebut. "Yang penting pedagang ditempatkan kembali ke kios semula. Tidak ada kocok ulang penempatan pedagang, sebagaimana yang pernah dijanjikan Pemkot," tegas Humas KPPK Sholahudin. (*)