Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lakukan Audit pada PT Pura Barutama

Menurut Faiez, buyer di luar negeri tak akan menerima produk, yang tak jelas asal-usul bahan baku kayunya

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lakukan Audit pada PT Pura Barutama
istimewa
Perwakilan PT Pura Barutama saat mengecek keaslian surat suara di TPS 10 Bandarharjo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Dua orang auditor dari lembaga yang ditunjuk Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, melakukan audit terhadap PT. Pura Barutama, perusahaan kertas di Kudus.

Audit yang dilaksanakan ini, terkait pembaruan sertifikasi Standar Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK).

"Kami sebagai salah satu perusahaan pemegang izin usaha industri (IUI), yang berkaitan dengan kayu ataupun produk turunannya, dalam kurun waktu satu tahun sekali harus diauit ulang, terkait dengan SVLK," kata Manager General Affair Pura Group, Iwan Wijaya, melalui stafnya, Noor Faiez, Rabu (11/5).

Disampaikan, proses audit dilakukan selama beberapa hari belakangan ini. Menurutnya, hasil audit kemudian disidangkan di Jakarta, dan 20 hari kemudian baru akan diketahui hasilnya.

"Sertifikasi SVLK ini penting, terutama bagi perusahaan yang akan mengekspor produknya," ucap dia.

Menurut Faiez, buyer di luar negeri tak akan menerima produk, yang tak jelas asal-usul bahan baku kayunya.

Sebab, dihawatirkan tanpa adanya sertifikasi SVLK produk bahan baku kayu yang digunakan, berasal dari pembalakan liar yang merusak lingkungan.

"Dengan dikantonginya sertifikat SVLK maka dapat dipastikan bahwa bahan kayu yang didapat adalah legal, dan berasal dari pihak yang bisa dipertanggungjawabkan," paparnya.

Dikatakan lebih lanjut, yang menjadi penilaian dalam audit antara lain adalah legalitas perusahaan, legalitas penjualan, keterlacakan produk sumber bahan baku, serta penerapan K3 dan ketenagakerjaan.

"Itu sesuai dengan Permen nomor: P30/Menlhk/Setjen/Phpl.3/2016," urainya.

Ditambahkan, bahan baku kertas tak semuanya berasal dari dalam negeri. Sebagian besar di antaranya masih harus didatangkan dari luar negeri atau import.(*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved