Breaking News:

Tak Jauh Dari Mayat Wanita yang Tangannya Diikat di Pati, Ditemukan Juga Mayat Pria

Pono diduga tewas karena dibunuh. Hal itu terlihat dari luka bagian kening kepala..

Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Kamar Mayat RSUD RAA Soewondo Pati 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, PATI- Satreskrim Polres Pati menemukan dua mayat di tempat terpisah. Pertama mayat seorang perempuan yang ditemukan di saluran irigasi kebun tebu di Desa/Kecamatan Wedarijaksa, Pati dan mayat seorang pria yang ditemukan di teras rumah di Desa Ketip RT 002 RW 004 Kecamatan Juwana, Pati.

Mayat yang ditemukan di kebun tebu merupakan Harsiwi binti Kasmidi berusia 45 tahun. Alamat rumahnya di RT 004 RW 001 Kaborongan Kelurahan Pati Lor Kecamatan Pati Kota, Pati.

Sedangkan mayat kedua diketahui bernama Supono (35), nelayan asal Desa Tlogo, Kecamatan Sulang, Rembang. Ia ditemukan tewas di depan teras rumah milik seorang warga bernama Reban, Desa Ketip RT 002 RW 004, Kecamatan Juwana, Pati, Jumat (13/5/2016) dini hari.

Pono diduga tewas karena dibunuh. Hal itu terlihat dari luka bagian kening kepala sepanjang sembilan sentimeter dan lebar enam sentimeter. Serta memar pada bibir bagian atas, gigi bawah depan patah, luka gores pada leher yang diduga akibat cekikan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait dengan pelaku dan motif pembunuhan.

"Kami masih mendalami motif pelaku," ujar Kapolsek Juwana, AKP Sumarni, Jumat.

Seorang saksi, Sukardi, menyatakan melihat Supono tergeletak. Namun, setelah dicek, sudah dalam keadaan tak bernyawa.

"Saya bergegas mengecek kondisinya. Tapi, ia sudah meninggal. Saya langsung menghubungi kepala desa dan melaporkannya pada petugas Polsek Juwana," terangnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Pati, AKP Agung Setyobudi menyatakan masih mendalami kasus pembunuhan yang melibatkan dua orang itu.

Diduga pelaku memiliki keterkaitan terhadap dua pembunuhan itu. Tempat dimana dua mayat tersebut ditemukan berjarak sekitar tujuh kilometer.

Ketika AKP Agung ditanya apakah adanya keterkaitan keduanya, ia masih mendalami kasus tersebut terlebih dahulu.

"Kami belum bisa menyimpulkan apakah keduanya memiliki keterkaitan atau tidak. Akan kami dalami dahulu termasuk motifnya apa," terangnya.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved