Breaking News:

Ditolak Tujuh Perusahaan, Penyandang Difabel Ini Akhirnya Bisa Kerja di Marimas

Iwan berangkat dari Kudus menuju kantor Marimas di Semarang mengendarai kendaraan roda tiga modifikasi

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rustam aji
tribunjateng/khoirul muzaki
Tiga difabel mengikuti seleksi karyawan di PT Marimas 

PT Marimas Putera Kencana mempunyai cara tersendiri memberdayakan kaum difabel. Bukan dengan mengasihani namun memberi mereka pekerjaan tetap.

SENYUM Iwan Mahroji (29), penyandang tuna daksa, mengembang usai menyelesaikan tes perekrutan karyawan di kantor PT Marimas Putera Kencana di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang. Iwan bersama dua difabel lain, yakni Edi Suwarsono dan Rohadi hari itu mengikuti tes tertulis dan wawancara yang diadakan Human Resource Development (HRD) Marimas untuk menempati posisi sales motoris. "Alhamdulillah bisa menjawab semua pertanyaan dengan lancar," kata Iwan, Senin (16/5).

Iwan berangkat dari Kudus menuju kantor Marimas di Semarang mengendarai kendaraan roda tiga modifikasi. Ia didampingi istrinya sesama difabel yang duduk di boncengan. Pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur ini mengaku senang dan bersemangat mendengar ada perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan bagi kaum difabel.

"Saya sebelumnya sudah melamar berkali-kali ke beberapa perusahaan tapi ditolak terus. Padahal saya punya skill di bidang IT (teknologi informasi)," katanya.

Iwan sempat pesimistis dapat berkarier di perusahaan. Ia telah berulangkali mendapatkan penolakan dan perlakuan diskriminasi dari sejumlah perusahaan yang ia lamar. Alih-alih diberi kesempatan, lamaran Iwan ditolak mentah-mentah. Kondisi fisiknya dipandang sinis. "Saya sudah tujuh kali melamar, responsnya rata-rata sama. Baru sampai depan gerbang sudah ditolak. Malah dikira mau minta-minta," ujarnya.

Pengalaman serupa dialami Edi Suwarsono (47). Sejak ia putus kontrak dengan sebuah perusahaan peti kemas di Semarang karena krisis moneter, pada tahun 2000, Edi tak lagi bekerja. Saking banyaknya lamaran yang ia kirim ke perusahaan, ia sampai tak mengingat berapa kali ia melamar ke perusahaan.

"Tak terhitung. Mulai tahun 2000 an, tidak ada perusahaan yang memanggil. Di surat lamaran, saya memang melampirkan kondisi fisik saya," katanya.

Optimisme pria paruh baya ini pun kembali tumbuh saat ada perusahaan membuka lowongan untuk kaum difabel. Ia pun berkomitmen, akan bekerja semaksimal mungkin jika diterima di perusahaan itu. "Semoga perusahaan lain ikut membuka kesempatan bagi kaum difabel. Paling tidak, diberi kesempatan sama dengan orang nondifabel," katanya.

PT Marimas Putera Kencana adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi makanan dan minuman (food and beverage) dengan produk utama adalah minuman serbuk. Berawal dari perusahaan industri rumahan, yang awalnya dikelola dengan sistem manajemen keluarga, saat ini telah berkembang menjadi perusahaan berskala nasional. Salah satu produk utama yang dihasilkan adalah minuman serbuk dengan rasa buah tropis dengan merek MARIMAS.

Amanat Undang-undang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved