Gasak 400 Ponsel, Tiga Pelaku Ini Ditembak Kakinya

Gasak 400 Ponsel, Tiga Pelaku Ini Ditembak Kakinya

Gasak 400 Ponsel, Tiga Pelaku Ini Ditembak Kakinya
tribunjateng/raka f pujangga
Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan tunjukkan tiga tersangka pembobolan konter ponsel 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Tiga pelaku dari komplotan Pandeglang yang menggasak 400 ponsel di Toko Telering, Jalan Hayamwuruk, Kecamatan Pekalongan, Kota Pekalongan, diberi 'hadiah' timah panas dari petugas Polres Pekalongan Kota.

Hal itu terungkap saat gelar perkara, di depan Satreskrim Polres Pekalongan Kota, pada hari Selasa (17/5/2016) sore. Komplotan pelaku ada 5 orang saat melakukan aksinya pada 30 Maret 2016.
Namun, satu orang lainnya masih buron berinisial GW dalam pengejaran petugas kepolisian.

Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Luthfie Sulistiawan menjelaskan telah mengungkap TKP pembobolan konter ponsel setelah bekerjasama dengan sejumlah saksi. "Tiga orang pelaku tertangkap di Lampung, satu di Jakarta, dan satu lagi masih buron. Tapi kami juga menahan penadahnya," ujar dia.

Adapun nama pelaku yang tertangkap yakni Irham Agustian (25), warga Kelurahan Kadulimus, Banjar, Pandeglang. Muhammad Firdaus (26), warga Kelurahan Banjar, Banjar, Pandeglang. Kemudian Wahyudin (29) dan Ali Akbar (42), warga Kadumerak, Karangtanjung, Pandeglang.

Sedangkan penadahnya, yakni Alan Prisma Utama (23) warga Kebayoran Lama, Tangerang, dan Johan (48), warga Kembangan Kota, Jakarta Barat. "Ternyata komplotan Pandeglang ini memang sudah melakukan aksinya di beberapa TKP, yakni Banyumas, Banjarnegara, dan Kudus," katanya.

Diketahui, tiga pelaku yang tertangkap di Lampung yakni Wahyudin, Ali, dan Firdaus ditembak kakinya karena melarikan diri saat hendak ditangkap petugas. Modusnya, pelaku GW membobol tembok toko ponsel tersebut menggunakan linggis dan bor listrik.

Komplotan tersebut masuk dari pintu belakang yang awalnya mencongkel gembok pagar terlebih dulu.
Kemudian komplotan tersebut menjual ponsel kepada penadah di Jakarta sebesar Rp 155 juta.
"Pelaku akan dijerat pasal 363 KUHPidana, dengn ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara," kata Kapolres. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved