Ricuh Penggusuran PT KAI
Aparat TNI Bantu Warga Kebonharjo, Ini Lho Bedanya Mereka Dengan Polisi Polrestabes Semarang !
Hingga hari ini tidak ada juga aparat polisi yang turun tangan membantu warga Kebonharjo seperti yang dilakukan oleh aparat TNI.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantu membersihkan puing-puing berserakan setelah proses penggusuran PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Kampung Kebonharjo Kelurahan Tanjung Mas Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Sabtu (21/05/3026).
"Gabungan dari koramil-koramil bekerjasama untuk membantu warga membersihkan puing-puing dan memindahkan barang-barang," kata Mayor Infanteri Suryo Subagiyo,Sabtu,(21/5/2016).
Suryo menuturkan anggota yang dikerahkan untuk membantu warga sebanyak 25 gabungan Koramil kota Semarang.
"Mereka ditugaskan untuk membantu warga yang membutuhkan,"katanya.
Ia menuturkan akan memasukkan satu alat berat untuk membantu pembersihan jalan yang tertutup puing-puing.
"Alat berat digunakan untuk nembersihkan puing-puing,"tuturnya.
Menurutnya, kegiatan Koramil tersebut tidak dibatasi batas waktu. Koramil masih akan membantu warga selama membutuhkan.
Langkah memberikan bantuan oleh aparat TNI ini mendapatkan respon positif dari warga kampung setempat. Kehadiran para tentara membantu warga itu dirasa lebih humanis dan dekat dengan rakyat.
Ini sangat berbeda dengan yang dilakukan oleh aparat kepolisian Polrestabes Semarang. Pada Kamis (21/05/2016) lalu, ribuan aparat Polrestabes Semarang justru menodongkan senjata kepada warga hingga akhirnya terjadi bentrok.
Polisi justru menembakkan gas air dan peluru karet ke arah kerumunan warga.
Hingga hari ini tidak ada juga aparat polisi yang turun tangan membantu warga Kebonharjo seperti yang dilakukan oleh aparat TNI. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kebonharjo-tni_20160521_101552.jpg)