Sweet Home

Nuansa Klasik Modern di Rumah Mayiyastuti, Pintu Berukuran Besar dan Aneka Kristal

Mereka merobohkan bangunan lama dan menambah tinggi satu setengah meter agar tak terkena genangan saat hujan

Nuansa Klasik Modern di Rumah Mayiyastuti, Pintu Berukuran Besar dan Aneka Kristal
Tribun jateng/Hermawan Handaka
Rumah Mayastauti Danik S dan Heri Purwoko 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -  "Rumah, bagi kami, adalah tempat berteduh, tempat tinggal, menghabiskan waktu, dan melepas penat. Jadi, sebisa mungkin harus nyaman dan sesuai selera," begitu kata Mayiyastuti Danik S saat bercerita mengenai rumah.

Nyaman, menjadi kata kunci Mayiyastuti dan suami membangun dan menentukan konsep rumah yang mereka tempati di kawasan Tlogosari, Kota Semarang. Itu sebabnya, mereka rela merombak total bangunan yang ada agar sesuai yang diinginkan.

Mayiyastuti mengatakan, rumah yang berdiri di atas lahan sekitar 180 meter persegi tersebut sudah ditempati sejak tahun 2002. Awalnya, rumah dibangun oleh pengembang.

Lantaran kurang sreg, apalagi sering terkena limpasan air saat hujan, Mayiyastuti bersama suami membangun ulang.

Mereka merobohkan bangunan lama dan menambah tinggi satu setengah meter agar tak terkena genangan saat hujan.

"Tanahnya saya tinggikan dan bangunan lama dirobohkan, diganti konsep yang sesuai kemauan kami," kisahnya.

Untuk mengakali luas lahan yang terbatas tetapi tetap bisa memberi rasa nyaman, dia membangun rumah menjadi tiga lantai dan berkonsep klasik modern. Lantai dasar digunakan sebagai ruang utama melakukan aktivitas. Di lantai ini ada ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan dan dapur.

Kemudian, lantai dua, dikhususkan sebagai area privat. Di lantai ini, Mayiyastuti menempatkan ruang santai dan kamar tidur. Sementara, lantai ketiga, dimanfaatkan sebagai tempat menjemur pakaian dan aktivitas lain rumah tangga.

"Bangunan dulu hanya ada dua lantai. Hampir semua aktivitas di lantai satu dan kami merasa kurang leluasa beraktivitas. Sekarang, setelah tiga lantai, pembagian ruangan lebih jelas," ujarnya.

Untuk memperkuat konsep klasik modern, Mayiyastuti menggunakan daun pintu kayu berukuran besar dipasang. Masing-masing daun pintu dilengkapi handling panjang bernuansa klasik, berbentuk seperti palu gada.

Memasuki area utama, sebuah kursi panjang berbahan kayu model vintage terpajang di tengah ruang keluarga. Sementara, di langit-langit rumah, ditempatkan dua buah lampu kristal berukuran besar yang memberi kesan klasik nan glamor.

Mayiyastuti sengaja tak meletakkan banyak perabot di ruang utama agar anak-anak tetap aman saat bermain di dalam rumah. Selain itu, penggunaan perabot yang minim dapat memberi ruang yang lebih plong sehingga sirkulasi udara terjadi. Apalagi, di area ini didesain agar dapat menangkap lebih banyak udara masuk karena langsung menghadap pintu utama.

"Untuk interior ini, saya dan suami berkolaborasi dalam menentukan konsep. Satu di antaranya, penempatan kursi kayu di ruang keluarga itu ide suami karena dia suka elemen kayu. Sementara, hiasan di langit-langit dan beberapa perabot, saya yang memilih. Kami tak banyak meletakkan interior agar terlihat lebih luas dan nyaman. Kan ruangnya juga terbatas," terangnya.

Area dapur yang merupakan wilayah kesukaan Mayiyastuti, dibuat lebih sederhana menggunakan sentuhan warna alam. Ia membuat kitchen set khusus yang menyambung dengan almari perabot rumah tangga agar ruang lebih ringkas.

"Dapur ini adalah ruang favorit karena saya suka masak. Saya pesan kitchen set khusus yang terintegrasi dengan almari perabot jadi tidak ada perabot seperti panci gayung atau spatula yang tergantung di area dapur. Semua ditata ringkas di dalam almari," ucapnya. (gon)

Penulis: galih priatmojo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved