Pembangunan Pembangkit Listrik di Karimunjawa Memasuki Tahap Akhir
Persiapan Pengoperasian Pembangkit Listrik di Karimunjawa Memasuki Tahap Akhir
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: a prianggoro
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA- PT PLN (Persero) tengah membangun dua pembangkit listrik berkapasitas masing-masing 2,2 MW di Karimunjawa. Pembangkit berdaya 4,4 MW tersebut akan menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama berpuluh tahun menjadi andalan penghasil listrik di kepulauan tersebut.
Manajer Distribusi PT PLN (Persero) Jateng-DIY, Andreas Heru Sumaryanto mengatakan persiapan pengoperasian dua pembangkit listrik sudah memasuki tahap akhir. Dua pembangkit listrik tersebut didirikan di Legonbajak, Karimunjawa, Jepara.
"Dua pembangkit listrik tersebut diproyeksikan mampu mengalirkan listrik ke rumah warga maupun fasilitas umum di Karimunjawa hingga 24 jam nonstop. PT Indonesia Power yang merupakan anak usaha PT PLN tengah mengebut pengerjaan tahap akhir," kata Andreas, Jumat (27/5/2016).
Dua pembangkit listrik yang didatangkan dari Kalimantan Barat tersebut mempunyai daya yang besar. Diharapkan dapat menjadi pemasok listrik utama di kepulauan yang terletak di Laut Jawa tersebut.
Selama ini, meskipun sudah menjadi destinasi wisata unggulan di Jawa Tengah, listrik menjadi fasilitas langka di Karimunjawa. Warga setempat tidak bisa menikmati listrik selama 24 jam.
Durasi waktu aliran listrik yang menerangi lima pulau atau desa di Kepulauan Karimunjawa berbeda-beda.
Desa Karimunjawa dan Kemujan menyala dari pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB pagi atau sekitar 12 jam. Sedangkan untuk Desa Parang, Nyamuk dan Genting aliran listrik malah hanya enam saja, mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB tiap harinya.
Andreas menyebut pekerjaan pembangunan dua pembangkit listrik tersebut diperkirakan rampung pekan ini. Saat ini, pekerja tengah memasang radiator dan tangki. Sehingga dalam waktu dekat ini, dua pembangkit berkapasitas total 4,4 MW sudah siap dioperasikan.
"Terkait harga listrik, juga lebih murah. Harganya sama dengan listrik secara umum di daratan. Warga nanti akan menggunakan listrik prabayar," terangnya.
Sebelumnya, agar bisa menikmati listrik PLTD yang dikelola Pemkab Jepara, warga harus membayar Rp 2500 perKwh. Dengan dua pembangkit listrik tersebut, warga cukup merogoh kocek Rp 1000 perKwh. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/karimun-jawa_20160327_164958.jpg)