Guru dan Dosen Kewarganegaraan Berbagi Ilmu di Yayasan Studi Pancasila

Guru dan Dosen Kewarganegaraan Berbagi Ilmu di Yayasan Studi Pancasila

Guru dan Dosen Kewarganegaraan Berbagi Ilmu di Yayasan Studi Pancasila
TRIBUNJATENG/RIVAL/IST
Sejumlah 50 orang yang terdiri dari dosen dan guru mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan mengkuti workshop Pancasila, konstitusi dan kewarganegaraan yang diselenggarakan di Hotel Quest, Sabtu (28/5/2016). 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah 50 orang yang terdiri dari dosen dan guru mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan mengkuti workshop Pancasila, konstitusi dan kewarganegaraan yang diselenggarakan di Hotel Quest, Sabtu (28/5/2016).

Workshop hasil kerjasama antara badan Pengkajian MPR RI dan Yayasan Studi Pancasila dan Kewarganegaraan (YSPK) Cendekia tersebut mengambil tema Penguatan Kelembagaan MPR sebagai revolusi mental untuk membangun Indonesia yang sejahtera dan bermartabat.

Dr Bambang Sadono, SH MH, anggota MPR RI sekaligus ketua badan pengkajian menuturkan, kelambagaan MPR RI mengkonsentrasikan untuk melakukan kajian dalam 5 isu, yaitu pancasila, kelembagaan MPR, Sistem Presidensial, DPD dan lembaga peradilan. "Banyak persoalan masyarakat yang sudah menjadi isu nasional dan persoalan bangsa, mulai dari penghukuman kebiri terhadap pelaku kekerasan seksual hingga isu komunisme. Berbagai persoalan bangsa ini muncul karena lemahnya pendidikan karakter." terang Bambang seperti tertulis dalam rilis yang dikirim oleh Humas Unisbank.

Dengan demikian, guru dan dosen diharapkan mampu menjadi ujung tombak bagi perubahan bangsa yang lebih maju dan bermartabat. Pro kontra juga muncul dalam wacana mengembalikan sistem ketatanegaraan dalam Garis garis Besar Haluan Negara (GBHN). "GBHN sudah ada dalam UUD 1945, jadi ini adalah produk pendiri bangsa," ujarnya.

Yayasan Studi Pancasila dan Kewarganegaraan (YSPK) Cendekia merupakan pengembangan dari asosiasi pengajar mata kuliah pancasila dan kewarganegaraan. Jajaran pengurus YSPK Cendekia dan anggotanya adalah personal yang sudah memiliki jaringan luas.

Sementara itu, Dr Hasan Abdul Rozak, Rektor Unisbank Semarang sebagai ketua YSPK Cendekia menambahkan, selama workshop pihaknya akan membuat kelompok-kelompok untuk membuat kajian ilmiah, khususnya soal persoalan bangsa yang ada kaitannya dengan pancasila dan kewarganegaraan. "Mudah-mudahan kelembagaan ini tidak vakum dan secara realitas ada kegiatan kegiatan yang positif untuk memberikan sumbangan pemikiran guna mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera dan bermartabat," pungkasnya. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved