Mahasiswa UNDIP Sosialisasi Kesehatan di Kawasan Terdampak Abrasi
Kegiatan sosialisasi mengangkat tema 'Sosialisasi Sehat Badanku Sehat Alamku' hasil kerja sama dengan pihak Kecamatan Sayung Demak
Penulis: puthut dwi putranto | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto
TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Mahasiswa program studi public relations Universitas Diponegoro menggelar kegiatan sosialisasi kesehatan untuk ibu-ibu PKK (Pembina Kesejahteraan Keluaraga) Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, di Pendopo Kecamatan setempat, Senin (30/06/2016) pagi.
Kegiatan sosialisasi mengangkat tema 'Sosialisasi Sehat Badanku Sehat Alamku' hasil kerja sama dengan pihak Kecamatan Sayung Demak ini dihadiri oleh 60 peserta.
Aghniyatun Nisa, Ketua Panitia Sosialisasi Kesehatan, menjelaskan, apa yang dilakukan pihaknya ini merupakan satu diantara kegiatan pengabdian masyarakat oleh mahasiswa public relations Undip dalam rangka mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pihaknya pun memilih Desa Purwosari lantaran selama ini dinilai menjadi kawasan memprihatinkan terdampak abrasi.
" Sosialisasi kesehatan di Desa Purwosari perlu dilakukan karena desa ini semakin lama semakin parah terkena dampak abrasi sehingga menyebabkan lingkungan menjadi kumuh dan menjadi sarang penyakit. Kegiatan pengabdian masyarakat merupakan agenda tahunan, " kata Aghniyatun.
Dalam sosialisasi ini menghadirkan pembicara dari perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, Rizki Amalia Ramandani. Adapun materi yang disampaikan mengenai pencegahan DBD dengan 4 M yaitu mengubur, munguras, menutup, dan memantau. M yang keempat yaitu memantau adalah dengan pembentukan jumantik (juru pemantau jentik).
Menurut Rizki, pembentukan jumantik sudah berlangsung di beberapa desa yang ada di kecamatan sayung. Dalam materi yang disampaikan bertujuan agar setiap desa membentuk jumantik.
" Dengan sosialisasi ini warga desa Purwosari diharapkan lebih peka dengan keadaan lingkungan sekitar. Sesuai dengan materi yang tadi disampaikan bahwa DBD itu bisa dicegah dengan menjaga lingkungan agar tetap bersih. Semoga dengan adanya kegiatan ini jumantik benar-benar berjalan, " kata Rizki.
" Saya sangat senang ada mahasiswa yang meskipun jurusannya bukan dari Kedokteran maupun yang berbau Kesehatan tetapi mereka peduli dan mau menyelenggarkan sosialisasi Kesehatan bagaimacara cara mencegah DBD di Desa Purwosari ini. Biasanya disini sosialisasinya hanya mengenai abrasi dan mangrove saja, " imbuh Susilo Hadi, Staf Kantib Kecamatan Sayung.
Sementara seorang peserta, Karsiah, mengaku senang mengikuti kegiatan sosialisasi kesehatan ini. Setidaknya kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat terdampak abrasi. " Sosialisasi ini sangat penting bagi kami. Kami jadi tahu bagaimana mengantisipasi DBD dan menjaga kesehatan lingkungan, " ujar Karsiah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/undip_20160530_172522.jpg)