Begini Peserta SBMPTN Tuna Netra Mengikuti SBMPTN di Kampus Undip

Peserta hanya mendengarkan soal dengan seksama dan menjawabnya dengan berucap..

Begini Peserta SBMPTN Tuna Netra Mengikuti SBMPTN di Kampus Undip - peserta-sbmptn-kebutuhan-khusus_20160531_144318.jpg
Tribun Jateng/Muh Radlis
Henokh Bagus Wijaya (kanan) sedang mendengarkan soal yang dibacakan pendampingnya dalam SBMPTN yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Selasa (31/5/2016).
Begini Peserta SBMPTN Tuna Netra Mengikuti SBMPTN di Kampus Undip - peserta-sbmptn-kebutuhan-khusus_20160531_144621.jpg
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
Henokh Bagus Wijaya (kanan) sedang mendengarkan soal yang dibacakan pendampingnya dalam SBMPTN yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Selasa (31/5/2016).
Begini Peserta SBMPTN Tuna Netra Mengikuti SBMPTN di Kampus Undip - peserta-sbmptn-kebutuhan-khusus_20160531_144604.jpg
Tribun Jateng/Rival Al Manaf
Henokh Bagus Wijaya (kanan) sedang mendengarkan soal yang dibacakan pendampingnya dalam SBMPTN yang dilaksanakan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Selasa (31/5/2016).

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di panitia lokal 42 Semarang kali ini diikuti oleh enam siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti ujian tulis yang dilaksanakan serentak, Selasa (31/5/2016).

Keenamnya peserta tersebut tidak dikumpulkan dalam sebuah ruangan namun juga menjalani ujian terpisah.

Tiga diantaranya di Undip, dan sisanya masing-masing di SMPN 27 Semarang, UIN Walisongo, hingga SMAN 5 Magelang.

Ketua Panlok 42 Semarang, Prof Muhammad Zaenuri menjelaskan siswa-siswa itu memang mendapat perlakuan khusus.

"Lokasinya memang tidak dikumpulkan di satu tempat, hal itu karena menyesuaikan dengan tempat tingga peserta yang bersangkutan, makanya ada juga yang di Magelang," terang Zaenuri.

Meski demikian, ia memastikan setiap peserta dengan kebutuhan khusus akan mendapatkan pelayanan sesuai dengan tingkat kebutuhannya.

Salah satu peserta ujian SBMPTN berkebutuhan khusus, Henokh Bagus Wijaya bahkan akhirnya mendapat ruangan khusus dengan pendamping yang membacakan soal dan menghitamkan lembar jawabannya.

Dari pantauan Tribun Jateng alumni SMK Kristen Blora itu hanya mendengarkan soal dengan seksama dan menjawabnya dengan berucap.

"Saya kemarin sudah ditelfon dari pusat bahwa akan ada peserta berkebutuhan khusus, awalnya memang ruangannya bersama dengan peserta lainnya di ruang B 204, namun kemudian kami sediakan ruang khusus dan pendampingnya," beber penanggung jawab lokasi SBMPTN Soshum 4 Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Bina Kurniawan kepada Tribun Jateng. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: a prianggoro
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved