Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Indonesia, Ratusan Hasil Riset Anak Bangsa Hanya Menumpuk di Perpustakaan

Menristek Muhammad Natsir, mengungkapkan, terdapat ratusan hasil riset anak bangsa, namun hanya tersimpan di rak perpustakaan

Tayang:
Penulis: m nur huda | Editor: muslimah
Tribun Jateng/M Syofri Kurniawan
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, meninjau pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016 di Gedung Laboratorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip), Tembalang, Kota Semarang, Selasa (31/05/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek), Muhammad Natsir, mengungkapkan, terdapat ratusan hasil riset anak bangsa, namun hanya tersimpan di rak perpustakaan.

Dari data yang ia miliki, tercatat ada sekira 700 hasil riset yang terkumpul di perpustakaan Kemenristek Jakarta dengan total biaya mencapai Rp 1,8 triliyun. Namun hasil riset tersebut masih belum diaplikasikan penggunaannya, sehingga belum dikenal masyarakat.

"Selama ini hanya tersimpan di rak perpustakaan (hasil riset). Padahal itu biayanya triliyunan rupiah, lho," tegasnya saat hadir dalam acara launching Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Selasa, (31/5/2016).

Maka, pada minggu pertama Juni 2016 mendatang, produk penelitian anak bangsa berupa enzim pengganti penyamakan kulit serta garam farmasi akan mulai diproduksi massal. Natsir meminta Provinsi Jateng bersedia membantu mengenalkannya pada masyarakat.

"Selama ini enzim kita selalu impor, nanti akan kita produksi sendiri. Sedangkan garam farmasi yang selama ini impor kita (juga) akan produksi kapasitas 1.500 ton per bulan. Riset pertama akan dimulai untuk kebutuhan rumah sakit," katanya.

Sedangkan pada puncak acara Hakteknas di Solo 10 Agustus mendatang, lanjutnya, akan ada pengenalan berbagai macam inovasi masyarakat Jateng. Semisal bidang pangan dan pertanian, kesehatan, informasi dan teknologi, transportasi, teknologi pertahanan, serta bidang energi.

Pengenalan ini, diharap dapat memicu masyarakat untuk mau memanfaatkan teknologi guna membangun perekonomiannya agar lebih baik. "Khusus pertahanan anak-anak kita sudah mengembangkan alutsista," ujarnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, Jateng siap menjadi wadah pengembangan riset dan inovasi. Pihaknya juga berencana akan mengembangkan hasil-hasil riset yang selama ini hanya menumpuk di rak perpustakaan Kemenristek.

"Teknologi informasi yang sebelumnya tersimpan di rak perpustakaan Kemenristek Jakarta akan kami kembangkan di Jateng," tegasnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved