Darurat Perkosaan

FAKTA MENGEJUTKAN! Diperkosa Bergilir Hingga Subuh dan Ikut UN Sambil Menahan Sakit

Korban takut dimarahi sama ayah kalau cerita. Kasus ini terungkap ketika korban mengeluh sakit pada bagian alat kelamin ke tetangga

SHUTTERSTOCK
ilustrasi 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM -- Kejadian perkosaan sekelompok pria yang menimpa siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Semarang baru diketahui dua hari setelah korban mengikuti ujian sekolah, akhir Mei lalu. Korban mengeluh sakit pada bagian alat kelamin.

Bukan mengeluh kepada keluarga, korban mengeluh ke tetangganya. "Korban takut dimarahi sama ayah kalau cerita. Kasus ini terungkap ketika korban mengeluh sakit pada bagian alat kelamin ke tetangga. Kemudian sama tetangga ditanya kenapa, akhirnya mengaku. Kemudian tetangga melaporkan kejadian ini ke pihak sekolah. Ayahnya sama sekali tidak tahu," kata Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu setelah berbincang dengan korban.

Setelah melapor ke sekolah, korban selanjutnya "diamankan" oleh sebuah yayasan kemanusiaan untuk dilakukan pendampingan.

"Saya kemudian bertemu korban pada Sabtu (28/5) lalu. Korban sudah tinggal di sebuah yayasan selama seminggu. Hal ini agar korban mendapat perlindungan. Korban juga telah divisum Jumat (27/5)," kata Ita sapaan akrab Hevearita.

Ita melihat korban enggan berbicara banyak. Korban baru bicara ketika ditanya. "Korban tipenya harus sering digali. Belum terbuka blak-blakan. Bahkan kadang cerita masih berubah. Apakah masih ada trauma dan tekanan ini yang masih kami lakukan pendekatan dan pendampingan," ujarnya.

Ita telah membentuk tim pendampingan yang di dalamnya terdapat beberapa elemen di antaranya Dinas kesehatan, psikiater, dan Dinas Pendidikan. "Dari arahan Pak Wali Kota, kami membentuk tim pendampingan agar kondisi korban kembali sedia kala," ujarnya.

Kondisi psikis korban, kata Ita, sudah berangsur membaik. Trauma korban berangsur berkurang. "Saya lihat korban sudah tidak terlalu tertekan. Kami berharap masyarakat bisa melihat kasus ini secara berimbang. Kasus ini sangat kompleks, bukan hanya dilihat dari sisi korban tapi juga bagaimana lingkungan dan sosial di sekitar korban," ujarnya.

Hendi prihatin

Kasus perkosaan yang dialami bocah SD di Kota Semarang membuat prihatin Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Ia telah memerintahkan Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu untuk mendampingi korban.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, pun telah mengecek kasus tersebut ke Polrestabes Semarang. Pendampingan yang dilakukan yakni pengecekan kesehatan dan menghilangkan trauma (trauma healing) yang dialami korban.

"Kalau urusan kriminal kami serahkan pihak Polrestabes untuk melakukan penyelidikan. Bu wakil sudah saya suruh cek. Sesuai tupoksi akan kami beri pendampingan dari Bapermasdes dan Dinas Kesehatan. Untuk pengecekan kesehatan dan menghilangkan trauma," ujarnya, Selasa (31/5).

Hendi mengatakan kasus pencabulan yang dilakukan anak-anak di bawah umur sangat memprihatinkan. "Saya sangat prihatin apakah perilaku anak-anak sekarang sudah sedemikian mengkhawatirkan. Peristiwa ini menjadi pukulan kita semua. Semua pihak harus terlibat dalam pembinaan baik pembinaan ilmu dan akhlak juga pendidikan seksual sebagai pencegahan hal seperti ini. Baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar dan sekolah. Anak-anak harus paham jika pencabulan tidak baik dan tidak boleh dilakukan," ujarnya.

Dipaksa telan pil

Seperti diberitakan sebelumnya, murid kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kota Semarang menjadi korban pemerkosaan sekelompok pria. Sebelum diperkosa, korban dipaksa menelan obat diduga pil koplo yang diberikan oleh pelaku.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved