Breaking News:

PT Kawasan Industri Kendal Siap Ganti 36 Hektar Tanah Bondo Desa

PT Kawasan Industri Kendal Siap Ganti 36 Hektar Tanah Bondo Desa

Penulis: ponco wiyono | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN 

Laporan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL- Dua desa di Kecamatan Brangsong siap bekerjasama dengan PT Kawasan Industri Kendal (KIK) terkait tukar guling tanah kas desa (bondo desa). Kedua desa tersebut, yakni Brangsong dan Sidorejo, sejauh ini sudah melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan.

Ketua Tim Penyelesaian Percepatan Tukar Guling, Winarno, mengatakan ada 36 hektar tanah kas desa milik tiga desa yang akan ditukar guling, dan pihaknya masih dalam pembicaraan dengan satu desa lainnya.

Desa tersebut adalah Wonorejo, Kecamatan Kaliwungu. Menurut Winarno Asisten Pemerintahan Pemkab Kendal, pembebasan tanah kas desa untuk kawasan industri ini bisa dilakukan merujuk pada Peraturan menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2016. Mengenai nilai ganti rugi, KIK merupakan pihak yang bertanggung jawab atas penaksiran nilainya melalui tim penaksir atau appraisal. KIK juga harus membiayai pembuatan sertifikat tanah dalam setiap transaksi tukar guling tersebut.

"Tim appraisalnya ditunjuk KIK namun dijamin independen. Selain itu, tanah gantinya wajib berada di desa yang sama, atau maksimal berada dalam satu kecamatan," kata Winarno, Kamis (09/06/2016).

Saat ini, penjajakan tanah pengganti sedang dilakukan. Sementara itu, delapan hektar tanah wakaf yang letaknya berada di sekitar kawasan industri juga bakal dibebaskan. Proses tukar guling tanah tersebut nantinya akan melibatkan pihak Kementerian Agama Kabupaten, Bupati Kendal, Gubernur Jawa tengah, hingga Menteri Agama.

Mirna Annisa sendiri mengatakan, selama ini proses tukar guling tanah kas desa dan tanah wakaf cenderung dilakukan secara diam-diam. Sebab, menurut bupati, pemkab berusaha meredam gejolak yang bisa saja terjadi di masyarakat. "Berkat kinerja seperti itu sebulan ini sudah ada progres. Sampai saat ini, izin lahan untum KIK masih sama, yakni 700 hektar," tegas Mirna. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved