Senin, 11 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Budaya Dayak dan Batak Sambut Kirab Salib AYD di Pati

Budaya Dayak dan Batak Sambut Kirab Salib AYD di Pati

Tayang:
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Budaya Dayak dan Batak Sambut Kirab Salib AYD di Pati, Kamis malam 9 Juni 2016 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, PATI- Indonesia menjadi tuan rumah Asia Youth Day (AYD) atau Hari Pemuda Asia yang ke tujuh. AYD merupakan pertemuan pemuda Katolik se-Asia. Rencananya, AYD akan diselenggarakan di Yogyakarta, Juli hingga awal Agustus 2017 mendatang.

Untuk mengawali acara tiga tahunan itu, Keuskupan Agung Semarang mengadakan kirab salib. Kirab salib tersebut akan dibawa Orang Muda Katolik (OMK) ke 96 gereja se-Keuskupan Semarang.

Pada Kamis (9/6/2016) malam, Kirab Salib sudah sampai di Gereja Santo Yusuf, Pati. Sebelum sampai Pati, Kirab Salib bertandang di Gereja St Yohanes Evangellista, Kudus, sehari sebelumnya.

Di Pati, Kirab Salib disambut dengan budaya Dayak yakni dengan memotong tiga batang tebu menggunakan senjata Suku Dayak, Mandau. Kemudian, peserta kirab meminum air tebu.

"Kenapa budaya Dayak dan Batak? Karena tema besar AYD adalah membangun semangat saling menghargai antar kebudayaan dan agama berbasis iman yang dilandasi cinta kasih. Tema kali ini terkait situasi negeri ini yang multikultural," kata Pastur Paroki Santo Yusuf Pati, Romo Lukas Heri Purawan.

Usai melakukan prosesi adat Dayak, peserta kirab disambut tarian khas Batak, kemudian masuk dalam gereja. "Prosesi ini untuk mewakili keragaman budaya di Indonesia. Umat Gereja Santo Yusuf ada sebagian umat yang dari Dayak dan Batak," terangnya.

AYD sudah enam kali diadakan di negara-negara berbeda. Sebelum di Indonesia, AYD diadakan di Keuskupan Daejon, Korea pada 2014.

Asian Youth Day sudah diadakan orang muda Katolik se-Asia sekitar 30 tahun yang lalu dengan diawali kirab salib. Asian Youths Day di Yogyakarta diprediksi akan dihadiri 3.000 orang muda dari 29 negara se-Asia.

"Meskipun bentuknya hanya kayu dan bambu, namun salib sudah dikirab di berbagai negara. Salib pun dibuat di Filipina. Keberadaannya bisa membakar semangat umat Katolik," imbuhnya.

Rencananya, salib itu akan dikirab di sejumlah gereja-gereja di Pati yang jauh dari paroki. Mereka diharapkan tahu bahwa ada agenda AYD dan bisa mendengar gemanya. Pada malam Minggu besok, salib akan dibawa ke Stasi Langse, Margorejo, dilanjutkan ke Tayu dan Gabus, Pati. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved