Rabu, 22 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

PON Jabar 2016

Pengurus PGSI Jateng Patungan Biayai Atlet Timba Ilmu Pelatih Gulat Iran

Melalui patungan pengurus PGSI Jateng, tiga atlet dikirim tryout ke Surabaya untuk menimba ilmu ke pelatih gulat asal Iran Behzad Al Firouz

Penulis: m alfi mahsun | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/M Alfi Mahsun
Pengurus PGSI Jateng dan para atlet gulat Jateng berfoto usai buka puasa bersama di Angkringan Mbah Kerto Jalan Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Muhamad Alfi M

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Karut-marut pendanaan Komite Nasional Olahraga Indonesia(KONI) Jawa Tengah tak membuat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jateng berhenti mempersiapkan atlet jelang PON XIX di Bandung September mendatang.

Melalui patungan pengurus PGSI Jateng, tiga atlet dikirim tryout ke Surabaya untuk menimba ilmu ke pelatih gulat asal Iran Behzad Al Firouz mulai 8 Juni hingga 3 Juli.

Hal ini sebagai upaya gulat Jateng untuk mempersembahkan yang terbaik di PON XIX mendatang. Sebab tiga atletnya tersebut merupakan atlet muda potensial yang butuh pengalaman bertanding.

"Rabu (8/6/2016) kemarin kami sudah memberangkatkan tiga dari empat atlet kami yang lolos by name ke PON untuk lakukan latihan di Surabaya selama kurang lebih satu bulan. Di sana mereka akan didampingi asisten pelatih Muamar Khadafi untuk mengontrol kegiatan selama di Surabaya," ujar Ketua PGSI Jateng, Andreas Budi Wirohardjo kepada Tribun Jateng, Kamis (9/6/2016) pagi

Ketiga atlet tersebut antara lain Bayu Sumatyo (kelas 59 kg grecko putra), Wirna Fujiyanti (kelas 53 kg bebas putri), dan Suhartatik (kelas 60 kg bebas putri. Sementara satu atlet lagi yakni Jumain tidak diikutsertakan karena fokus tangani tim PPSL (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) gulat.

"Ditengah kondisi pendanaan KONI Jateng yang karut-marut ini pengurus saweran untuk membiayai tryout tersebut. Kami berharap dengan usaha kami ini masalah pendanaan yang ada di KONI Jateng  tidak menyurutkan semangat juang atlet dari Pelatda," imbuh Andreas.

PGSI Jateng ingin serius dalam mengejar prestasi juara di PON XIX. Meski dalam perjalananya saat iniAndreas mengungkapkan pendanaan Pelatda belum turun.

Secara khusus bagi ketiga atlet yang dikirim ke Surabaya, Andreas ingin mereka bisa pelajari teknik dari pelatih asing. Selain itu mereka juga bisa bertemu dengan atlet lain dari lini satu maupun lini dua dari Jatim.

"Event nasional yang diikuti ketiga atlet kami ini minim. Namun mereka bisa menunjukkan potensi di Pra-PON di Malang akhir tahunlalu dengan raih tiket ke PON XIX. Program ke tryout ke Surabaya ini supaya anak-anak bisa menambah jam terbang," ungkap Andreas.

Waktu yang tersisa tiga bulan sebelum pelaksanaan PON Jabar akan dimanfaatkan sebaik mungkin. Pendanaan Pelatda dan Tryout jika masih macet dari KONI Jateng, Andreas bersama pengurus PGSI Jateng tetap akan lakukan patungan.

"Setelah dari Jatim ini empat atlet akan kami ikutkan dalam turnamen yang ada di bulan Juli. Lalu untuk Agustus kami akan lakukan tryout sekali lagi ke Banten. Banten kami pilih karena atmosfernya seperti di Jabar. Jadi sangat bermanfaat bagi atlet untuk beradaptasi soal pengenalan medan tanding maupun ujicoba melalui lawan tanding," lanjut Andreas. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved