Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ramadan 2016

Pola Makan Salah saat Berbuka Puasa Bisa Ganggu Kesehatan

Pola Makan Salah saat Berbuka Puasa Bisa Ganggu Kesehatan

Penulis: dini | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/DINI
Anastasia Aprilia Setiawati AMG RD | Kepala Bagian Gizi SMC RS Telogorejo Semarang 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Berbuka puasa seolah menjadi momen balas setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Beragam makanan dan minuman mengiurkan dilahap tanpa memerhatikan kebutuhan gizi yang seimbang.

Ini pula yang terjadi pada Nur Isnaini. Marketing Nasmoco ini mengaku sulit membatasi keinginan menyantap beragam makanan dan minuman yang sudah disiapkan saat berbuka puasa. Tidak tanggung-tanggung, dia bisa melahap makanan pembuka dilanjut makanan berat, dalam rentan waktu berdekatan. "Lihat makanan jadi kalap, semua di makan. Mulai kolak, gorengan, nasi, ayam juga sayur. Sampai kekenyangan," paparnya.

Wanita berparas cantik ini khawatir, pola makan selama puasa bisa memengaruhi berat badan dan kesehatan. Meski paham, Nur tidak bisa menahan diri untuk melahap berbagai hidangan, terlebih saat mengikuti acara buka bersama. "Saat buka puasa, biasanya menunya lengkap banget. Sayang kalau dilewatkan," ujarnya.

Berbeda dari waktu berbuka puasa, wanita berbintang libra ini tidak terlalu antusias saat makan sahur. Dia tidak menyiapkan menu sahur selengkap ketika berbuka puasa. "Kalau sahur, makan seadanya bahkan kadang tidak sahur, he..he,"ungkapnya.

Nur bersyukur, kebiasaan ini belum mengganggu kesehatan. Dia pun berharap bisa memperbaiki pola makan dan komposisi asupan gizi yang masuk ke tubuh selama puasa.
Berbeda dari Nur, mahasiswi Universitas Negeri Semarang (Unnes), Mia Maulidha, menyediakan menu wajib saat berbuka puasa dan sahur. "Gorengan dan minuman dingin, wajib hadir saat buka puasa," ujarnya

Selama puasa, gadis asal Pekalongan ini mengaku kenyang hanya makan empat sampai lima buah gorengan, ditambah dua gelas minuman dingin. Wanita berjilbab ini juga enggan makan nasi saat sahur. Dia memilih berburu jajanan atau makanan kecil di sekitar kos, saat lapar melanda. "Kalau lapar pilih ngemil saja daripada makan nasi. Sudah kenyang banget. Kalau sahur saja baru makan nasi," terang Mia.

Makan Secara Bertahap saat Berbuka

Anastasia Aprilia Setiawati AMG RD | Kepala Bagian Gizi SMC RS Telogorejo Semarang

Kebutuhan gizi saat berpuasa atau tidak, sebenarnya sama, yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral dalam jumlah seimbang.

Sebenarnya, metabolisme dalam tubuh tidak akan berkendala atau mengalami perubahan signifikan saat berpuasa sebab tubuh mudah beradaptasi. Namun, pola makan yang salah bisa membuat tubuh gampang lemas ketika menjalani puasa. Semisal, makan sebanyak-banyaknya di saat berbuka dan sekedarnya di waktu sahur. Padahal yang baik adalah makan secara bertahap di waktu berbuka dan makan dalam jumlah yang cukup di saat sahur.

Saat berpuasa, ada masa dimana tubuh tidak mendapat asupan gizi dalam rentang waktu cukup panjang. Agar dapat berfungsi baik, sel-sel tubuh harus mendapat gizi dan energi dalam jumlah cukup setiap saat. Kebutuhan itu bisa didapat dari karbohidrat, lemak dan protein. Sedangkan vitamin dan mineral berguna membantu proses pembentukan energi.

Meski sama-sama sumber energi, karbohidrat, lemak dan protein memiliki sifat berbeda. Karbohidrat, terutama dalam bentuk gula, sangat cepat diproses sel-sel tubuh menjadi energi. Sebaliknya, lemak dan protein memerlukan waktu lebih lama untuk diproses menjadi energi. Sehingga, lemak dan protein kurang bermanfaat memenuhi kebutuhan energi instan.

Disarankan, saat berbuka puasa, konsumsi makanan yang manis-manis agar energi yang terkuras saat berpuasa segera terganti. Kurma sangat disarankan sebagai makanan membatalkan puasa karena mempunyai kandungan tinggi karbohidrat dan kaya serat. Kurma juga bagus untuk santapan sahur.
Makanan berlemak, semisal gorengan, sebenarnya tidak apa namun jangan berlebih. Imbangi dengan sayuran dan buah-buahan untuk melarutkan lemak. (tribunjateng/dini suci)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved