Pernah Mengalami Tindihan? Jangan Khawatir, Mahasiswi Undip Temukan Alat Pencegahnya

Dalam kepercayaan klasik, kejadian tindihan juga sering dianggap sebagai lumpuh tidur karena tertindih mahluk gaib

ist
Lima pemuda yang tergabung dalam Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut menamakan temuan mereka dengan nama Alas Pary. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Hampir setiap orang pernah mengalami tindihan atau bahasa ilmiahnya sleep paralysis.

Dalam kepercayaan klasik, kejadian tindihan juga sering dianggap sebagai lumpuh tidur karena tertindih mahluk gaib.

Melalui keterangan pers yang dikirim Humas Undip, ke Tribun Jateng, Selasa (14/6/2016) problem tersebut kini bisa dicegah dengan alat temuan lima mahasiswa yang berasal dari Fakultas Teknik Elektro dan Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Kelima mahasiswa tersebut adalah Satria Indra Nugraha dari Fakultas Teknik Elektro, Zahrotul Mahmudati, Hafidzoh Najwati, Zakiyah Islamiyati, dan Oktaviana Warits Putri Pratama yang berasal dari Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Lima pemuda yang tergabung dalam Progam Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut menamakan temuan mereka dengan nama Alas Pary.

"Alas Pary atau kepanjangan dari Alarm Anti Sleep Paralysis memiliki tiga komponen utama yaitu Optocoupler, Central Processing Unit (CPU), dan Vibrator. Alat ini akan membangunkan penderita sleep paralysis dengan menggunakan vibrator melaui tiga tahap yaitu input, prosess, dan output," terang anggota tim, Zahrotul Mahudati seperti tertulis dalam keterangan pers.

Ia menambahkan, munculnya ide gagasan ini, berangkat dari keprihatinan terhadap semakin tingginya tuntutan ketersediaan alat kesehatan yang aman, bermutu dan bermanfaat.

Menurutnya, berdasar Permenkes RI tahun 2013, 90% alat kesehatan yang beredar di Indonesia adalah produk Impor. Jumlah perusahaan di Indonesia yang memproduksi alat-alat electromedic juga masih sedikit.

"Dari problematika itu kami mencoba mencari solusi dengan merangkai alat ini, apalagi hampir setiap orang pernah mengalami tindihan. Harapannya tentu alat ini nantinya bisa diproduksi massal dan bermanfaat bagi masyarakat," imbuh Zahrotul. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved