Breaking News:

Warga Kebonharjo Kecewa Pihak PT KAI Tidak Hadir Dalam Persidangan

Warga Kebonharjo Kelurahan Tanjungmas Kecamatan Semarang Utara kecewa mengikuti sidang pertama gugatan reaktivasi rel kereta api

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: muslimah
Tribun Jateng/koko

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Warga Kebonharjo Kelurahan Tanjungmas Kecamatan Semarang Utara kecewa mengikuti sidang pertama gugatan reaktivasi rel kereta api di Pengadilan Negeri Semarang.

Warga kebon harjo menggugat PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Badan pertanahan Nasional(BPN). Namun pada gugatan teraebut pihak tergugat tidak menghadiri persidangan tersebut.

"Sidang ditunda selama seminggu karena kedua pihak tergugat tidak menghadiri persidangan" tutur hakim ketua Eni Indriyartini,Selasa (14/6/2016)

Mendengar pernyataan dari hakim tersebut warga merasa kecewa atas sikap PT KAI dan BPN yang tidak menghadiri acara tersebut.

Dwi Rohmat Winarto warga Kebon Harjo mengeluhkan ketidak hadiran pihak tergugat dalam persidangan tersebut. Ia telah menunggu dimulainya persidangan dari Pukul 09.00.

" Saya berharap PT KAI bisa hadir. Kalau tidam hadir ya percuma,"katanya.

Ketua Forum Rw Kebonharjo Suparjo menuturkan 15 warga Kebonharjo mengikuti persidangan tersebut. Menurutnya 85 orang warga Kebonharjo juga ikut serta mengantar15 orang yang menggugat di Pengadilan.

"Mereka datang untuk support ke tim indepent advokasi mengenai gugatan tersebut,"ucapnya.

Kuasa hukum warga Kebonharjo Bangkit Marhantyo mengatakan Warga menggugat adanya MOU antara Walikota Semarang,PT KAI dan warga yang disuruh membongkar paksa sendiri rumahnya dengan batas waktu satu minggu. MOU tersebut tidak didasarkan dasar hukum.

"Oleh karena itu kita menempuh jalur hukum,"tuturnya.

Ia menuturkan warga sudah hadir dari pukul 09.00 dan persidangan dimulai pukul 10.00 namun kuasa hukum PT KAI tidak menghadiri acara tersebut. Ia berharap pihak pengadilan dapat memanggil kembali PT KAI.

"Saya dan warga berharap meskipun pihak PT KAI tidak hadir pihak pengadilan dapat memu tus verztek. Saya berpesan agar PT KAI dapat kooporatif karena ini. Negara hukum harus ditempuh dengan jalur hukum,"tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved