Minggu, 10 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ada Pocong dan Tengkorak Menyeramkan Di Jalan Selat Karimata Kota Pekalongan

Ada Pocong dan Tengkorak Menyeramkan Di Jalan Selat Karimata Kota Pekalongan

Tayang:
Penulis: raka f pujangga | Editor: iswidodo
tribunjateng/raka f pujangga
Ada Pocong dan Tengkorak Menyeramkan Di Jalan Selat Karimata Kota Pekalongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga‎

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Warga Kelurahan Bandengan, Pekalongan Utara, Kota Pekalo‎ngan memasang patung tengkorak dan boneka pocong yang menyeramkan di pinggir akses Jalan Selat Karimata. Hal itu sebagai bentuk ungkapan kekecewaan atas lambannya kinerja Pemkot Pekalongan dalam mengatasi banjir rob.

Pada patung tersebut juga dikalungkan kertas yang bertuliskan kekecewaannya ‎kepada pemerintah.
Tertulis kalimat sindiran : "Bapak-bapak yang terhormat, sampai kapan nasib kami akan seperti ini? Haruskah menunggu kami jadi seperti ini, agar bencana bisa di atasi?"

Warga RT 4 RW 1‎ Kelurahan Bandengan, Teguh Wibowo (40) menjelaskan, tujuan pemasangan boneka menyeramkan itu agar ‎mendapatkan perhatian pemerintah daerah. Menurutnya, pemerintah lamban dalam mengatasi rob yang terjadi terus menerus di Kota Pekalongan.

"Perhatiannya sudah bagus, dan bantuan sudah diberikan seperti makanan, tapi itu tidak cukup. Yang terpenting bagaimana rob bisa teratasi," kata dia.

Ketinggian rob yang masuk ke lingkungan di sana mencapai 25 cm. Sehingga menyulitkannya dalam melakukan kehidupan sehari-hari. "‎Ketinggiannya lumayan sampai setengah lutut, ya sekitar 25 cm. Tapi kemarin sudah mulai surut, berarti sama hari ini sudah dua hari surutnya," kata dia.

Tidak hanya persoalan rob, kata dia, infrastruktur jalan juga rusak akibat rob yang menerjang tersebut. Apalagi di wilayah tetangga, ‎banyak warga yang tengah menguruk rumahnya agar lebih tinggi sehingga mayoritas truk bermuatan berat masuk ke sana.

"‎Aspal jalannya pada rusak semua kena rob, terus yang melintas juga truk bermuatan tanah yang lagi menguruk rumahnya," kata dia.

Warga Kelurahan Bandengan lainnya, Karnan (43) menambahkan, sejak bulan Ramadan ini tidak dapat bekerja karena rob di rumahnya mencapai setengah meter. "Kemarin robnya tinggi sampai setengah meter," kata dia.‎ (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved