Breaking News:

Ramadan 2016

Puluhan Polisi Mbeling di Demak Nyantri di Ponpes, Ini Kegiatan Mereka

Puluhan Polisi Mbeling di Demak Nyantri di Ponpes, Ini Kegiatan Mereka

Penulis: puthut dwi putranto | Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/PUTUT DWI PUTRANTO
POLISI NYANTRI- Puluhan anggota Polres Demak Nyantri di Pondok Pesantren Sabilul Huda pimpinan KH M Abu Mansyur Sa id yang beralamat di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kabupatèn Demak, Senin (20/06/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Puthut Dwi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Polres Demak, Jawa Tengah mempunyai terobosan baru untuk membina anggota yang melanggar disiplin alias Polisi Mbeling.

Memanfaatkan momentum Ramadhan, Kapolres Demak, AKBP Heru Sutopo, meluncurkan program Polisi Santri dengan upaya menyantrikan anggotanya yang 'Mbeling'.

Program yang merupakan ide kreatif dari Heru ini diwujudkan dengan pertimbangan masih banyak anggota yang melakukan pelanggaran disiplin bahkan beberapa diantaranya direkomendasikan untuk di PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). Program pembinaan mental spiritual ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para 'Polisi Mbeling'.

Ya.. Kamis (20/06/2016) pagi usai mengikuti pembinaan Kapolres Demak di halaman Mapolres Demak, puluhan polisi beraport merah ini dikirim untuk 'Mondok' atau menimba ilmu keagamaan selama lima hari di Pondok Pesantren Sabilul Huda pimpinan KH M Abu Mansyur Sa'id yang beralamat di Desa Kalikondang, Kecamatan Demak Kabupatèn Demak.

Mereka 'nyantri' selama lima hari, mulai dari Senin (20/06/2016) hingga Jumat (24/06/2016). Mereka akan mengikuti rangkaian kegiatan sehari penuh dari pukul 01.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Kegiatan yang mereka jalani meliputi salat malam, sahur bersama dilanjutkan salat subuh, tadarus Alquran, salat Dhuha, bimbingan dari pejabat utama Polres Demak, pengajian akhlak mulia oleh pengasuh ponpes, pengajian bersama dengan santri pondok, buka bersama dan salat tarawih.

"Ada 32 anggota yang mengikuti program Polisi Santri. Polisi Santri ini, dalam rangka membina anggota yang melanggar disiplin. Jangan disalahartikan karena jelek lantas dibuang. Ini bentuk kepedulian kami terhadap anggota," terang Heru kepada Tribun.

Dalam rangka membina anggota yang melanggar disiplin, sambung Heru, berbagai upaya telah dilakukan, seperti teguran serta bina rohani dan mental, namun belum juga optimal mampu menyadarkan mereka. Sehingga bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan, ia mempunyai gagasan untuk menyantrikan anggota yang melanggar disiplin di Pesantren Sabilul Huda.

" Polisi Santri ini kegiatan positif, banyak manfaatnya. Selama lima hari di ponpes mereka akan belajar mengenali jati diri dan mendalami ilmu agama," ucap Heru.

Kabag Sumda Polres Demak, Kompol Tardjan, berharap kepada anggota yang menjadi 'Polisi Santri' supaya menegakkan disiplin ilmu yang diberikan oleh para kyai maupun ustad. " Setidaknya pengalaman yang diperoleh bisa diimplementasikan nantinya dalam tugas sehari-hari, " katanya.

Sementara seorang polisi santri, Bripka Ahmad Jaedun, mengapresiasi dengan baik kegiatan nyantri ini. Permasalahan keluarga yang menjadikan ia beraport merah di Kepolisian diharapkan segera berakhir dengan baik. "Kegiatan Polisi Santri ini sangat baik karena nantinya diharapkan mampu menyerap ilmu agama dari ahlinya, dan waktunya sangat tepat yaitu pada bulan Ramadan yang penuh berkah," terang Jaedun. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved