Breaking News:

Senangnya Salat Tarawih dengan Syeh Hamzah Al Umar dari Palestina

Pengalaman berkesan sepanjang tarling tahun ini saat shalat di Masjid Baiturahman beberapa waktu lalu sebab saya bisa menjadi makmum

Penulis: dini | Editor: Catur waskito Edy
ist
Salat Tarawih di Wisma Perdamaian 

SEMARANG, TRIBUNJATENG.COM - Salat Tarawih merupakan salah satu ibadah yang ditunggu oleh umat Muslim selama bulan Ramadan. Meski bisa dilakukan di rumah namun tidak sedikit umat Islam yang berbondong ke masjid untuk merasakan kebersamaan dalam suasana Ramadan.

Menikmati pengalaman shalat tarawih di masjid yang berbeda menjadi alternatif agar tarawih lebih menyenangkan.

Berpindah dari satu masjid ke masjid lain untuk menjalankan shalat tarawih sudah dilakukan Muhammad Abdul Hafiz sejak duduk di bangku SMA.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Walisongo menceritakan kebiasaan tersebut muncul tatkala timbul rasa bosan mengikuti shalat tarawih di masjid di kampung halamannya, Pekalongan.

Dia bersama beberapa teman berinisiatif melakukan shalat tarawih di sejumlah masjid yang tersebar di wilayahnya. "Tarawih keliling bisa memicu semangat untuk shalat tarawih sebab pasti saya penasaran dengan lantunan ayat suci Al -Quran yang dibacakan imam," bebernya.

Kebiasaan tersebut nampaknya tidak ditinggalkan Abdul saat kuliah di Semarang. Selama bulan Ramadan kali ini, Abdul sudah merasakan menjadi makmum di empat masjid di Semarang.

"Pengalaman berkesan sepanjang tarling tahun ini saat shalat di Masjid Baiturahman beberapa waktu lalu sebab saya bisa menjadi makmum serta mendengarkan ceramah dari Syeh Hamzah Al Umar dari Palestina," ungkap Abdul.

Tarawih keliling juga menjadi agenda kegiatan yang di lakukan Nur Hikmah bersama teman-temannya selama bulan puasa. Mahasiswi Universitas PGRI Semarang ini ingin mencicipi suasana tarawih masjid-masjid di Semarang.

Sampai saat ini wanita kelahiran Purwodadi ini sudah menjelajahi delapan masjid di kota lumpia. Dia menuturkan tiap masjid memberikan pengalaman yang berbeda satu diantaranya Masjid Agung Jawa Tengah.

Mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini mengaku takjub mendengar bacaan yang dilantunkan imam Masjid Agung Jawa Tengah. Dia merasa hanyut dan khusuk menjalankan shalat tarawih sehingga tidak merasa capai meski ibadah selama satu setengah jam.

"Dengar - dengar kalau shalat tarawih di MAJT serasa bertarawih di Tanah Suci, pelafalan dan cengkoknya benar-benar mirip imam ala Masjidil Haram," terang Nur.

Tidak sekedar shalat, wanita berkulit kuning langsat ini bisa menikmati kemegahan bangunan masjid Agung Jawa Tengah saat malam hari.

Dia berencana akan menutup kegiatan tarawih keliling di masjid tempat dia tinggal selama satu minggu jelang Hari Raya Idul Fitri. (dni)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved