Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Sangihe, 5 Orang Tewas, 2 Hilang dan 209 Rumah Rusak akibat Banjir dan Longsor

Di Sangihe, 5 Orang Tewas, 2 Hilang dan 209 Rumah Rusak akibat Banjir dan Longsor

Penulis: m zaenal arifin | Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN evakuasi korban longsor di Purworejo, Juni 2016 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Upaya penanganan darurat akibat banjir, longsor, gelombang pasang dan cuaca ekstrem masih dilakukan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara.

Bencana banjir dan longsor menimpa 6 kecamatan yaitu Tahuna, Tahuna Barat, Tahuna Timur, Manganitu, Kendahe, Tamoko, Manganitu Selatan dan Tatoareng, pada 20 Juni sampai 21 Juni 2016 kemarin.

"Dampak yang ditimbulkan 5 orang tewas, 2 orang hilang, dan kerusakan rumah dan infrastruktur senilai Rp 57 milyar," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB‎, Sutopo Purwo Nugroho, dalam keterangannya melalui whatsapp, Kamis (23/6/2016).

Kerusakan perumahan meliputi 44 unit rumah rusak berat, 116 unit rumah rusak sedang, dan 49 unit rumah rusak ringan. Kerusakan infrastruktur meliputi rusaknya dasar jembatan 2 unit dan jalan sepanjang 1 km sehingga mengakibatkan 5 kampung dan 3 kec terisolir. Sarana pendidikan dan fasilitas umum yang rusak 7 unit dan kerusakan perkebunan dan pertanian lebih kurang 10 ha.
LPengungsi sebanyak 610 jiwa ditampung di 2 lokasi, gereja Imanuel dan SD Kolngan Beha. Pendataan dampak bencana masih dilakukan," lanjutnya.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BNPB dipimipin Direktur Tanggap Darurat BNPB telah berada di lokasi bencana sejak Rabu (22/6/2016) untuk mendampingi BPBD. BNPB menyerahkan bantuan dana siap pakai u tuk operasional penanganan darurat Rp 350 juta yang diterima Bupati Kepulauan Sangihe.

TRC BNPB melakukan kaji cepat dan bantuan siap saji serta peninjauan lokasi pengungsian dan daerah terdampak bencana. BPBD Provinsi Sulawesi Utara telah menyalurkan bantuan logistik dan peralatan. BPBD Kep Sangihe bersama TNI, Polri, SAR, SKPD, dan lainnya melakukan penanganan pengungsi, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi dan warganyg terdampak, dan pembukaan akses jalan.

"Kebutuhan mendesak saat ini adalah kebutuhan dasar pengungsi, dapur umum, air bersih, wc darurat, manajemen pengungsian, pengalian longsoran yang menimbun korban jiwa, pembukaan akses jalan, normalisasi alur sungai, perbaikan sarana air bersih dan perbaikan jaringan listrik," tandasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved