Begini Proses Perjalanan Panjang Operasi Rahasia Pemindahan Napi Rutan Solo ke Nusakambangan

Tidak hanya itu saja, ruangan minibus yang digunakan juga hanya separuh saja lantaran di bagian depan dan belakang digunakan untuk petugas pengawal

Begini Proses Perjalanan Panjang Operasi Rahasia Pemindahan Napi Rutan Solo ke Nusakambangan
TRIBUNJATENG/SUHARNO
Overload, Rutan Solo Pindahkan 20 Tahanan ke Lapas Nusakambangan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Jangan melakukan tindakan kejahatan atau tindakan yang melanggar pidana apabila tidak ingin mengalami apa yang dirasakan oleh 20 orang narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 A Solo.

Hal ini lantaran 20 narapidana yang terjerat kasus narkoba dan kasus kriminal umum dipindahkan dari Rutan Solo ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Kamis (24/6/2016) malam jam 22.00 WIB.

Pemindahan ini menurut Kepala Pengamanan Rutan Solo, Urip Darma Yoga, karena kondisi penjara Solo yang sudah overload serta ada seseorang narapidana yang membuat onar.

Pemindahan yang dilakukan saat malam hari ini, diawali dari para narapidana dikeluarkan dari kamarnya lalu dikumpulkan di sebuah ruangan untuk diberi nasi bungkus serta didata.

Usai makan dan didata, para narapidana ini kemudian berbaris di halaman Rutan untuk diperiksa satu persatu badannya. Mereka rata-rata hanya membawa botol air mineral.

"Ini hanya pemindahan biasa, kalian akan mendapatkan tempat yang lebih layak dan jangan berpikir macam-macam karena akan merugikan diri kalian sendiri. Kita tidak akan berhenti selama perjalanan, dan bagi yang ingin buang air kecil silakan di botol kalian masing-masing," ujar Urip.

Sabelum masuk minibus, para narapidana ini diborgol tangan kirinya dengan dan borgol ini disambungkan dengan sejumlah tangan narapidana lainnya. Satu rangkaian borgol, terdiri atas lima narapidana, sehingga mereka terbatas untuk bergerak.

Tidak hanya itu saja, ruangan minibus yang digunakan juga hanya separuh saja lantaran di bagian depan dan belakang digunakan untuk petugas yang mengawal.

Ruangan sempit yang hanya separuh minibus kecil ini digunakan untuk 20 orang dan menempuh perjalanan jauh selama tujuh hingga delapan jam tanpa berhenti dengan gerakan badan yang terbatas.

"Kami juga belum mengabari pihak keluarga karena ini merupakan kegiatan rahasia. Ketika sudah sampai di Nusakambangan maka kami baru mengabari pihak keluarga," ujar Urip yang mengawal langsung proses pemindahan.

Dia menambahkan kapsitas di Rutan Solo hanya sekitar 200 orang tetapi saat ini dihuni oleh 500 lebih narapidana, sehingga perlu dipindahkan.

"Yang kami pindahkan sudah putusan di pengadilan dengan masa hukuman lima sampai 14 tahun, sehingga mereka akan lama di Nusakambangan," tandasnya. (*)

Penulis: suharno
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved