Euro 2016

Conte Tersenyum Kecut Bertemu Spanyol

Di blok pertama atau blok non-unggulan, terdapat partai Swiss vs Polandia, Kroasia vs Portugal, Wales vs Irlandia Utara, dan Hungaria vs Belgia.

Conte Tersenyum Kecut Bertemu Spanyol
Pelatih tim nasional Italia Antonio Conte terkesan dengan sistem baru 4-3-3 yang diterapkannya saat tandang ke Kroasia untuk melakoni laga penyisihan Grup H kualifikasi Piala Eropa 2016, Jumat (12/6/2015) waktu 

TRIBUNJATENG.COM, PARIS -- Hasil-hasil mengejutkan di fase grup Piala Eropa 2016 berefek panjang. Salah satunya adalah partai final yang digelar pada 10 Juli nanti dipastikan akan dihuni setidaknya satu calon juara baru.

NEGARA-negara yang belum pernah juara terkumpul dalam satu 'blok'. Sementara tim-tim yang menjadi unggulan justru tergabung di blok lainnya. Mereka akan saling sikut untuk merebut satu tiket ke partai final.

Di blok pertama atau blok non-unggulan, terdapat partai Swiss vs Polandia, Kroasia vs Portugal, Wales vs Irlandia Utara, dan Hungaria vs Belgia.

Dari delapan tim tersebut, hanya Portugal yang pernah bermain di partai pamungkas, tepatnya pada final Piala Eropa 2004 yang digelar di rumah sendiri. Sementara tujuh tim lainnya kini memiliki peluang besar untuk tampil di final pertama, karena tak perlu menghadapi para favorit juara.

Namun menurut gelandang Swiss, Blerim Dzemaili, di fase 16 besar ini tak ada lawan yang mudah. Meski hanya akan menghadapi Polandia, menurutnya Robert Lewandowski dan kawan-kawan adalah lawan yang cukup berat. "Kami memang merasa akan mendapatkan Polandia di babak ini. Mereka jelas bukan lawan yang mudah," kata Dzemaili seperti dilansir situs UEFA.

Jika di blok pertama diisi tim-tim non-unggulan, maka di blok kedua terdapat partai Jerman vs Slovakia, Italia vs Spanyol, Perancis vs Repubik Irlandia, dan Inggris melawan Islandia. Jika dijumlahkan, ada sembilan gelar Piala Eropa yang dikoleksi negara-negara yang berada pada blok 'neraka' ini. Sementara jika digabung dengan gelar juara Piala Dunia, negara-negara yang ada di jalur ini total mengoleksi 20 gelar Piala Dunia dan Piala Eropa.

Tentu ini bukan blok yang mudah untuk dimenangi. Prancis selalu tampil apik sebagai tuan rumah, sementara Jerman masih berstatuskan sebagai juara Piala Dunia 2014, dan Spanyol datang sebagai juara bertahan.

Italia yang datang ke dengan skuat yang dikatakan terburuk sepanjang masa pun bukan tim yang mudah disingkirkan. Dengan mengandalkan lini pertahanan yang kokoh, pasukan Antonio Conte itu akan sangat sukar ditembus tim manapun.

Dari bagan yang ada, pemenang duel Spanyol kontra Italia dipastikan bertemu lawan-lawan berat. Mereka berpeluang menghadapi Jerman pada perempat final, lalu pada semifinal tidak tertutup kemungkinan bertemu Prancis atau Inggris.

"Mungkin kami berada dalam undian yang buruk. Saya pikir Italia adalah tim yang sangat kuat dan kami harus bermain sempurna jika ingin melaju ke perempat final," kata penyerang Spanyol, Alvaro Morata.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved