Bupati Musthofa Serahkan Rp 16,2 Miliar kepada Tenaga Pengajar Swasta di Kudus

Bupati Musthofa Serahkan Rp 16,2 Miliar kepada Tenaga Pengajar Swasta di Kudus

Bupati Musthofa Serahkan Rp 16,2 Miliar kepada Tenaga Pengajar Swasta di Kudus
tribunjateng/yayan isro roziki/ist
Bupati Musthofa Serahkan Rp 16,2 Miliar kepada Tenaga Pengajar Swasta di Kudus 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Jelang hari raya Idul Fitri 2016, Bupati Kudus, Musthofa, memberikan bantuan kesejahteraan bagi 14.560 tenaga pengajar swasta (non-PNS) di Kota Kretek. Pemberian bantuan senilai total Rp16,2 miliar itu dilaksanakan di pendopo kabupaten setempat, Rabu (29/6).

Pada pagi hari, ‎bantuan diserahkan kepada 5.162 orang guru. Sementara, ‎siang harinya juga diserahkan bantuan serupa untuk para guru madrasah diniyah (madin), taman pendidikan alquran (TPQ) dan diakonia.

Rinciannya, ada sebanyak 5.295 guru dari 429 TPQ, 3.842 guru dari 253 madin, dan 261 guru diakonia dari 10 lembaga.

Dalam sambutannya, Musthofa, mengatakan bahwa bantuan ini jangan dilihat dari nominalnya saja. Menurut dia, ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah kepada para guru yang telah berjasa dalam mengabdikan dirinya dengan memberikan ilmu kepada anak-anak.

"Para guru ini adalah para pejuang-pejuang yang telah turut mencerdaskan anak bangsa," kata Musthofa.

Di sisi lain, para guru diminta untuk tetap ihlas dan tulus dalam bekerja dan mendidik generasi penerus ini. Ia juga mengingatkan kepada para perwakilan guru yang secara simbolis menerima bantuan, agar benar-benar diberikan kepada yang berhak menerima.

Dia mewanti-wanti jangan sampai ada data yang tidak sesuai sehingga menimbulkan masalah ke depan. ‎"Bapak/ibu guru ini menerima bantuan ini secara utuh. Tidak ada potongan sedikitpun. Dan jangan sampai ada pihak berani yang memotong dengan alasan apapun," tegasnya.

Di hadapan para guru madin/TPQ/diakonia, pada siang harinya, Musthofa juga berpesan agar mereka terus memiliki semangat untuk belajar. Termasuk untuk belajar bahasa asing. Karena, menurutnya, ini merupakan sebuah kebutuhan dari perubahan zaman yang ada.

"Kesempatan akan semakin luas apabila mau untuk meningkatkan keterampilan termasuk dalam berkomunikasi. Menjadi kaya dan meraih kesejahteraan yang lebih merupakan hak dapi Bapak/Ibu semua. Untuk bisa meraihnya, dengan terus belajar dan bisa menyesuaikan perubahan zaman yang begitu cepat," imbuhnya. (*)

Penulis: yayan isro roziki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved