Breaking News:

Cek Persediaan, Dinkes Kabupaten Semarang Tidak Temukan Vaksin Palsu

Cek Persediaan, Dinkes Kabupaten Semarang Tidak Temukan Vaksin Palsu

Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: iswidodo
Tribun Jateng/daniel ari purnomo
Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dady Dharmadi menyatakan timnya tidak menemukan adanya vaksin palsu di sejumlah rumah sakit swasta maupun klinik di Kabupaten Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dady Dharmadi menyatakan timnya tidak menemukan adanya vaksin palsu di sejumlah rumah sakit swasta maupun klinik di Kabupaten Semarang.

"Tidak ada sama sekali (penemuan vaksin palsu--Red). Sudah kami cek dalam lemari persediaan dan melalui daftar faktur distributor vaksin," terangnya saat meninjau persediaan vaksin di sebuah rumah sakit swasta Kabupaten Semarang, bersama anggota Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Polres Semarang, Kamis (30/6/2016).

Meski tak menjumpai adanya vaksin palsu, Dady mengemukakan adanya penemuan sistem penyimpanan dan pencatatan vaksin yang tak sesuai standar.

"Contohnya, pencatatan suhu harian belum dilengkapi. Ini penting. Misalnya, tempat penyimpanan itu bersuhu di atas delapan derajat celcius dalam tiga hari, ini harus kami cek, vaksin itu masih layak digunakan atau tidak," paparnya.

Dady menuturkan, tiap vaksin memiliki indikator A,B, dan C. Menurutnya, vaksin masih layak digunakan selama indikator masih menunjuk A maupun B. Bila sudah masuk indikator C, imbuh Dady, maka vaksin itu tak layak digunakan lagi.

"Sementara ini kami belum temukan yang tidak layak pakai. Semua layak," jelasnya.

Terpisah, Bupati Semarang, Mundjirin menyatakan semua vaksin yang beredar di Semarang tak ada yang palsu. Ia pula menegaskan agar warga di Kabupaten Semarang tak perlu cemas soal penggunaan vaksin.

"Semuanya vaksin yang beredar, terutama di puskesmas dan pelayanan pemerintahan itu semuanya asli dari Biofarma. Sedangkan yang palsu-palsu bukan dari Biofarma. Kami tidak pernbah eli vaksin. Kami drop vaksin dari Dinas Kesehatan Provinsi," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved