Hasil Pantauan BMKG: Ada 82 Titik Panas di Sumatera

BMKG Stasiun Pekanbaru memantau, 82 titik panas dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan sebesar 50 persen di Sumatera.

Hasil Pantauan BMKG: Ada 82 Titik Panas di Sumatera
AFP PHOTO / ALFACHROZIE
Petugas pemadam kebakaran, rangers, tentara dan aktivis lingkungan memadamkan kebakaran hutan di Kampar, Riau, 8 September 2015. Kabut asap dari kebakaran hutan di Indonesia, mengakibatkan pembatalan penerbangan dan peringatan bagi warga untuk tetap tinggal di dalam rumah. 

TRIBUNJATENG.COM, PEKANBARU - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru memantau, 82 titik panas dengan tingkat kepercayaan kebakaran hutan dan lahan (karlahut) sebesar 50 persen di Sumatera.

"Pagi ini satelit mendetiksi 82 titik panas atau meningkat 1 titik dari kemarin sore 81 titik panas yang tersebar pada 8 provinsi di Sumatera," terang Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru, Ahad.

Dia merinci, wilayah konsentrasi sebaran titik panas tersebut terjadi di Sumatera Barat dengan 23 titik, lalu di Riau dengan menyumbang 18 titik dan diikuti Sumatera Utara dengan jumlah 13 titik.

Lalu Sumatera Selatan dan Jambi sama-sama memberi sumbangan 8 titik panas, kemudian diikuti Jambi serta Bangka Belitung sama-sama berbagi menyumbang 5 titik dan wilayah Nanggroe Aceh Darussalam terpantau memberi sumbangan 3 titik panas.

"Itu, total titik panas di Sumatera pagi hari dan terpantau baik satelit Terra dan Aqua dengan level confident (tingkat kepercayaan) 50 persen. Kalau mau tahu berapa banyaknya titik api, silakan ke BMKG masing-masing provinsi karena kita hanya punya tanggung jawab di Riau," katanya.

Sugarin menjelaskan, dari 18 titik panas di Riau, tersebar pada 6 kabupaten/kota dengan wilayah kosentrasi di Pelalawan terpantau 11 titik, lalu Rokan Hilir dan Siak masing-masing 2 titik, Indragiri Hilir, Dumai serta Bengkalis sama-sama menyumbang 1 titik panas.

Dari jumlah total titik panas tersebut, bebernya, terdapat 7 titik api atau berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan terutama di lahan gambut dengan memiliki tingkat kepercayaan di atas 70 persen.

Ke-7 titik api itu berada 2 kabupaten yakni Pelalawan 5 titik, masing-masing di Kecamatan Pangkalan Kuras 4 titik serta Kecamatan Ukui 1 titik dan Rokan Hilir pada Kecamatan Bangko Pusako.

"Jumlah total titik panas tersebut, bisa dipastikan potensi sebagian kecil wilayah hutan atau lahan gambut dari 4,36 juta hektare kawasan hutan dan lahan bergambut di Riau, kini sangat berpotensi terbakar," ucap dia.

Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman telah menginstruksikan, seluruh pihak terkait terutama dalam upaya penanggulangan kebakaran lahan dan hutan harus terus berjalan dan tidak berhenti, meski kini dalam masa libur bersama terkait perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah.

"Mereka bisa bagi tugas, karena yang di posko Siaga Darurat Kebakaran Lahan saja tidak ada (libur) Lebaran," tegas Arsyadjuliandi.

Satuan Tugas Siaga Darurat Kebakaran Lahan dan Hutan Riau melaporkan, kebakaran lahan dan hutan di daerah tersebut terus terjadi serta meluas ketika libur Lebaran.

Lokasi titik api paling banyak ditemukan berada di Kabupaten Pelalawan atau berlokasi di Selatan dari Kota Pekanbaru karena di daerah itu kebakaran besar melanda dua desa di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo yakni Segati, Kecamatan Langgam dan Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras.

Kepala Seksi Pusat Operasi Lanud Roesmin Nurjadin, Mayor Lek Ferry Duwantoro, mengatakan helikopter MI-8 bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan untuk memadamkan dua titik api di kawasan konservasi itu.

"Helikopter melakukan water bombing ke Kecamatan Langgam dan Pangkalan Kuras, Pelalawan, dan lokasinya masuk ke kawasan taman nasional," ujar Ferry. (*)

Editor: sujarwo
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved