Euro 2016

Dilema Peranakan Portugal

Ayahnya orang Portugal, ibunya orang Prancis. Ia lahir di Portugal, tapi besar di Prancis, kemudian menjadi warga negara di sana.

Dilema Peranakan Portugal
PATRIK STOLLARZ/AFP
Portugal menjadi juara Piala Eropa 2016 seusai menang 1-0 atas Perancis pada final di Stade de France, Minggu (10/7/2016). 

TRIBUNJATENG.COM -- ARNAUD Barreira mengalami dilema besar dalam hidupnya. Ia sulit menentukan pilihan, apakah menjagokan Prancis atau Portugal saat kedua negara bertarung di final Piala Eropa 2016, Senin (11/7) dini hari tadi.

Barreira adalah warga Prancis peranakan Portugal. Ayahnya orang Portugal, ibunya orang Prancis. Ia lahir di Portugal, tapi besar di Prancis, kemudian menjadi warga negara di sana.

Sejak penyisihan grup, ia mendukung baik Prancis maupun Portugal. Pria yang tinggal di Avenue Duquesne ini sama sekali tak menyangka dua negara jagoannya itu ternyata kemudian bertemu di final.

Ia sulit menentukan pilihan saat ditanya mana tim yang lebih dia jagokan. "Saya besar dan kerja di sini, tapi saya tetap merasa sebagai orang Portugal. Siapa pun pemenangnya nanti, saya tak akan ikut melakukan selebrasi," ujarnya.

Setelah berpikir lagi, sejurus kemudian ia pun mengatakan akan menjagokan Portugal. "Saya pilih Portugal. Saya tahu statistik tak berpihak kepada kami. Kita kalah tiga kali dalam pertemuan terakhir lawan Prancis. Saya berharap ini akan jadi pertandingan hebat, dan berakhir dengan Portugal sebagai pemenang," katanya.

Lain lagi dengan Jennifer Azancot. Perempuan warga Avenue de Mozart, yang masih temannya Barreira ini, lahir di Prancis, tapi kakeknya orang Portugal. "Saya tentu saja mendukung Prancis, meski saya tak suka sepak bola sebenarnya. Saya tahu Barreira akan mendukung Portugal karena ia chauvinistik! (cinta tanah air berlebihan, Red)," ujarnya sambil tertawa.

Banyak peranakan Portugal di Prancis yang akan mengalami dilema seperti halnya Barreira di laga final ini. Loyalitas mereka terbelah, pada tanah kelahiran, atau tanah yang mereka pijak sekarang.

Saat ini tercatat ada sekitar 1,2 juta jiwa keturunan Portugal yang menjadi warga negara Prancis. Populasi mereka ketiga terbesar setelah Aljazair dan Maroko.

Mereka datang membanjiri Prancis pada era 1960-an dan 1970-an, melarikan diri dari karut-marut di negaranya era kediktatoran Perdana Menteri Antonio de Salazar (1932-1968). Ribuan warga Portugal kabur ke luar negeri, terutama ke Prancis, untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Salah satu yang ikut menjadi pengungsi saat ini adalah Amaro Lopez. Dia adalah kakek dari bintang Prancis saat ini, Antoine Griezmann. Lengkapnya kalau merunut sejarah kelahiran bernama Antoine Griezmann Lopez.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved