Dikira Bercanda Oleh Orangtuanya, Ternyata Yanto Benar-benar Tenggelam

Wisata Air Terjun Toroan, di Desa Ketapang Daja, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura menelan korban jiwa.

Dikira Bercanda Oleh Orangtuanya, Ternyata Yanto Benar-benar Tenggelam
Net
ILUSTRASI 

TRIBUNJATENG.COM, SAMPANG - Wisata Air Terjun Toroan, di Desa Ketapang Daja, Kecamatan Ketapang, Sampang, Madura menelan korban jiwa. Yanto (14), warga Jl Bulak Banteng, Surabaya tewas tenggelam pada Kamis (14/7/2016).

Jasad Yanto ditemukan tim SAR sekitar tiga jam setelah kejadian itu, jenazah Yanto, ditemukan setelah tim pencari terdiri dari SAR, BPBD Sampang, anggota Kodim, Polres Sampang, dan warga sekitar.

Menurut sumber di lokasi kejadian, Yanto awalnya bersama kedua orangtuanya, Imamuddin (43) dan Romlah (38), berlibur di wisata Air Terjun Toroan sekitar 43 km ke arah utara kota Sampang. Walau bukan hari libur, namun di lokasi dipenuhi warga berlibur ke lokasi air terjun tersebut karena masih sekolah.

Saat itu korban berada di bawah air terjun lalu naik ke atas bebatuan. Kemudian korban foto bersama di atas bebatuan, namun tiba-tiba terpeleset dan tercebur ke air.

Ketika korban tercebur, kedua orangtuanya mengira korban bercanda. Namun ketika ditunggu lama tidak muncul, kedua orangtuanya curiga dan berteriak minta tolong, sehingga mengundang perhatian pengunjung lainnya.

“Tadi waktu saya dan teman-teman ke lokasi, saya melihat beberapa warga mencari korban ke dasar air terjun. Bisa jadi korban terjatuh ke lubang di sela-sela bebatuan yang dalamnya sekitar 5 meter,” kata Mat Nari, warga Desa Ketapang Daja.

Menurut Matnari, sebenarnya kedalaman air terjun itu hanya sebatas pinggang orang dewasa. Namun di antara bebatuan itu terdapat lubang semacam sumur kecil, namun dalam. Dan kondisi ini tidak disadari banyak pengunjung.

Kepala BPBD Sampang, Wisno Hartono mengatakan untuk mencari korban, ia menerjunkan anggotanya ke lokasi. Ia minta kepada warga yang berkunjung dan mandi ke Air Terjun Toroan hendaknya waspada karena di lokasi itu terdapat lubang dengan kedalaman 5 meter, terutama di bawa air terjun.

Berdasarkan catatan SURYA.co.id, enam tahun terakhir ini air terjun ini sudah memakan enam korban jiwa. Terakhir pada akhir September 2015, seorang siswi asal Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, Sumenep, tewas tenggelam di air terjun tersebut. (Surya/Muchsin)

Editor: galih pujo asmoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved