Wali Kota Semarang Hendi Akan Copot Kepala Sekolah Jika Ada Kekerasan MOS
Adik-adik harus berani ya nanti ke sekolah. Nah, kan ada edaran materi dari Menteri Pendidikan bahwa adik-adik boleh ditemani orang tua ke sekolah.
Penulis: galih permadi | Editor: rustam aji
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Senin (18/7/2016), menjadi hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyempatkan meninjau SD Negeri 1 Miroto, Kecamatan Semarang Tengah.
Kedatangan Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, di SD Miroto 1 disambut meriah anak-anak. Apalagi wali kota juga berbaur langsung dengan anak-anak dan orang tua murid yang mengantar ke sekolah. Hendi memberikan pesan dan semangat bagi murid-murid yang telah memasuki tahun ajaran baru.
"Adik-adik harus berani ya nanti ke sekolah. Nah, kan ada edaran materi dari Menteri Pendidikan bahwa adik-adik boleh ditemani orang tua ke sekolah. Supaya punya keberanian ke sekolah di hari kedua. Dengan ditemani di hari pertama ini, semoga adik-adik menjadi semangat baru. Patuh sama guru, patuh sama orang agar jadi orang sukses, tetap semangat dan selalu dalam lindungan Tuhan," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng.
Hari pertama sekolah, lanjut Hendi, diharapkan sebagai ajang pengenalan lingkungan sekolah. Hendi melarang masa orientasi siswa (MOS) dengan menggunakan kekerasan. Ia akan memberhentikan kepala sekolah bila ada MOS dengan kekerasan.
"Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah sebagai pengenalan sekolah baru dan lingkungan baru. Sudah bukan era nya masa orientasi siswa dengan menggunakan kekerasa, karena sekarang dimpin langsung oleh guru-guru, apabila ada kakak kelas, itu hanya membantu saja, kalau ada aktifitas di SMP maupun SMA dengan masa orientasi dengan kekerasan akan kami tindak, bahkan hingga pencopotan kepala sekolah," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pemkot-semarang-tertarik-jalin-sister-city-dengan-nanjing_20160715_144344.jpg)