Perayaan 10 Tahun Pagoda Avalokiteswara Tampilkan Berbagai Kesenian
Bukan hanya sajian pentas kesenian, namun panitia juga menyediakan aneka makanan gratis mulai dari klepon, pangsit, dan berbagai makanan lainnya.
Penulis: rival al manaf | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Penari dan barongsai silih berganti memukau ratusan orang di pelataran Pagoda Avalokitesvara yang berada di kompleks Vihara Buddhagaya, Watugong, Banyumanik, Semarang, Kamis (21/7/2016) malam.
Malam itu merupakan peringatan 10 tahun Pagoda yang kini menjadi objek wisata yang cukup dikenal terebut.
Dalam waktu yang bersamaan mayoritas kaum tionghoa yang hadir juga merayakan Kwan She Im Poo Sat, yaitu dimana dewi Kwan Im mencapai Kesempurnaan.
Bukan hanya sajian pentas kesenian, namun panitia juga menyediakan aneka makanan gratis mulai dari klepon, pangsit, dan berbagai makanan lainnya.
Ketua Yayasan Vihara Budhagaya, Halim Wijaya menjelaskan, perayaan ini merupakan wujud syukur atas pencapaian sepuluh tahun Pagoda dimana kini menjadi salah satu objek wisata yang cukup ramai di kunjungi.
"Dalam usia ini kami mewacanakan bagaimana objek ino menjadi sangat menarik untuk wisatawan mancanegara, bukan hanya lokal, makanya ada beberapa ide yang nantinya akan di kembangkan," jelas Halim kepada awak media yang hadir.
Salah satu wacana yang ia gagas adalah membuat paket dinner dengan latar pagoda yang kemudian di hibur dengan beberapa tarian lokal khas Semarang. Makanan yang di sajikan juga makanan daerah.
Berdasar pengalamannya berkunjung ke luar negeri hal itu cukup menarik untuk wisatawan manca negara. "Hanya saja perlu koordinasi dengan Dinas Pariwisata, tour and travel, sanggar tari, dan penyedia jasa kuliner," imbuhnya.
Di lain sisi, salah satu pengunjung perayaan tersebut, Agus Salim (21) juga memiliki harapan yang sama. Warga Banyumanik tersebut berharap jika Vihara Buddhagaya semakin terkenal akan meningkatkan pendapatan ekonomi untuk warga yang berada di sekitarnya.
"Saya lihat tari tari yang di tampilkan tadi bagus, kenapa tidak itu saja dirutinkan pentas di sini," imbuh pemuda yang datang karena ingin menjadi saksi perayaan sepuluh tahun pagoda tertinggi di Semarang teraebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pagoda-avalokitesvara_20160721_230834.jpg)