Inilah Kabar Terakhir Kasus Guru Cubit Siswanya Terancam Penjara

Kuasa hukum Samhudi, Priyo Utomo, mengatakan, perkara kasus itu cacat bukti. Dijelaskan, alat bukti yang disodorkan tak memenuhi syarat

Inilah Kabar Terakhir Kasus Guru Cubit Siswanya Terancam Penjara
http://www.sarkopos.com/
Sambudi menangis haru didukung rekan-rekannya di PGRI saat sidang di PN Sidoarjo, Rabu (29/6/2016). 

TRIBUNJATENG.COM, SIDOARJO - Samhudi, guru SMP Raden Rahmad Balongbendo, melalui kuasa hukumnya membela diri dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, Kamis (21/7/2016).

Sambudi adalah guru yang diadili gara-gara mencubit siswanya.

Kuasa hukum Samhudi, Priyo Utomo, mengatakan, perkara kasus itu cacat bukti. Dijelaskan, alat bukti yang disodorkan tak memenuhi syarat sebagai alat bukti pengadilan.

"Alat buktinya tak layak dan penuh kejanggalan," kata Priyo usai sidang.

Priyo menuturkan hasil visum memar pada siswa korban dikeluarkan oleh puskesmas.

Menurutnya, hasil visum untuk urusan hukum harus dikeluarkan lembaga yang lebih tinggi, seperti rumah sakit (RS).

Pun luka memar pada hasil visum tersebut penuh tanda tanya.

Priyo menerangkan ada jeda lima hari dari saat kejadian hingga pihak pelapor melaporkan perkara itu. Setelah melapor, orangtua siswa langsung melakukan visum.

"Anehnya, hasil visum mengatakan bahwa memar itu merupakan luka baru. Padahal ada jeda waktu lima hari dari perkara yang disangkakan itu," sambungnya.

Priyo juga mempertanyakan tentang saksi yang dijadikan alat bukti. Saksi tersebut sangat lemah hukum, yaitu siswa korban dan ditambah keterangan orangtua siswa.

Halaman
123
Editor: Catur waskito Edy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved