Bupati Jepara Ahmad Marzuki: Kalau Kondisinya Tak Mengkhawatirkan Saya Tetap Nyalon Bupati

Bupati Jepara, Ahmad Marzuki tampaknya masih malu-malu untuk menyatakan akan maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2017 mendatang

Bupati Jepara Ahmad Marzuki: Kalau Kondisinya Tak Mengkhawatirkan Saya Tetap Nyalon Bupati
tribunjateng/dok
Bupati Jepara Ahmad Marzuki Belum Terima Surat Penetapan Tersangka dari Kejati Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,JEPARA - Bupati Jepara, Ahmad Marzuki tampaknya masih malu-malu untuk menyatakan akan maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2017 mendatang.

Padahal, ia sudah mengikuti penjaringan bakal calon bupati dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Ketika ditanya apakah status tersangka mengganggu pencalonannya dalam Pilkada Jepara serentak 2017, ia malah menjawab belum memutuskan untuk maju kembali dalam gawe demokrasi Februari mendatang.

Namun, ia mengklaim lapisan masyarakat banyak yang mendorong dirinya untuk maju kembali sebagai calon bupati.

"Harapan masyarakat seperti itu (mencalonkan diri sebagai bupati). Kalau kondisinya normal dan tidak mengkhawatirkan, ya saya akan menuruti keinginan masyarakat itu," ujar Marzuki, Selasa (26/7/20116).

Ia pun mengomentari penetapan status tersangkanya yang baru dilaporkan baru-baru ini. Padahal dugaan kasus korupsi bantuan dana partai politik (banpol) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu pada 2012-2013.

"Kenapa baru dilaporkan baru-baru ini?" ucapnya.

Ketua DPC PPP Jepara itu pun mengkritik koordinasi di tubuh Kejaksaan Tinggi Jateng.

"Kata Pak Kajati, penetapan itu akan dievaluasi lagi. Artinya, ada miskomunikasi antara pimpinan dengan bawahan," katanya.

Penetapan tersangka tersebut, kata dia, meresahkan masyarakat yang memang mencintai pimpinannya. Beberapa waktu lalu ratusan warga Jepara menggelar aksi di depan Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara. Mereka mempertanyakan status tersangka kepada orang nomor satu di Jepara itu.

"Aksi tersebut merupakan bentuk kecintaan masyarakat terhadap pimpinan, sekaligus kiai dan guru mereka," ujarnya.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved