Ketua Kelompok DPD RI Sambangi Lingkungan Industri Kecil Kudus, Ini Hasil Temuannya

Bambang ingin mendengar keluh kesah para pelaku industri hasil tembakau (IHT) skala kecil yang berada di kawasan tersebut

Ketua Kelompok DPD RI Sambangi Lingkungan Industri Kecil Kudus, Ini Hasil Temuannya
Tribun Jateng/Yayan Isro Roziki
Ketua Kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Sadonoā€ˇ (tengah, berbatik), meninjau langsung aktivitas produksi perusahaan rokok skala kecil di Lingkungan Industri Kecil (LIK), Kudus, Kamis (28/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Ketua Kelompok Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Sadono, melakukan kunjungan kerja ke Lingkungan Industri Kecil (LIK) Kudus, di Desa Megawon, Kecamatan Jati, Kamis (28/7).

Bambang ingin mendengar keluh kesah para pelaku industri hasil tembakau (IHT) skala kecil yang berada di kawasan tersebut.

"Saya kira memang ada sesuatu yang tak fair, yang dilakukan pemerintah dalam menangani sektor IHT, terutama pabrikan rokok skala kecil," kata Bambang.

Menurut dia, regulasi yang dikeluarkan pemerintah terkait IHT, masih banyak yang mengekor kepentingan kapitalisme global (Barat). Sehingga, regulasi yang ada hanya berpihak kepada industri besar saja, dan malah meminggirkan industri rokok skala kecil.

"Banyak IHT skala kecil mati karena terjepit berbagai regulasi yang ada. Jangan lupa mereka orang Barat itu tak hanya berdagang, tapi juga berpolitik. Banyak gerakan-gerakan anti-rokok dibiayai oleh mereka, tentu dengan mengusung agenda terselubung," ucapnya.

Di antara regulasi yang dirasa memberatkan, sambung Bambang adalah soal persyaratan luasan pabrik rokok, minimal 200 meter persegi . Di samping itu, ketika membeli pita cukai, IHT skala kecil harus secara tunai, sementara pabrikan skala besar justeru bisa secara tempo.

"Kudus kan punya alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang cukup besar, harusnya dana itu bisa dialokasikan untuk penguatan modal IHT skala kecil agar bisa bertumbuh dan bersaing," ucap dia.

Ditandaskan Bambang, pihaknya akan menyerap segala persoalan yang diungkapkan oleh pelaku IHT skala kecil.

Selanjutnya, persoalan itu akan dibahas bersama dengan Kementrian Koperasi dan UMKM, Kementrian Keuangan serta pihak terkait lainnya. Termasuk juga, mengkaji ulang soal ketentuan mengenai persaingan usaha, agar pelaku industri kecil punya ruang untuk berkembang

"Kita dorong pabrik rokok besar untuk toleran, dan memberi angin kepada yang kecil. Saya kira yang besar tak akan tersaingi," tuturnya. (*)‎

Penulis: yayan isro roziki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved