Tribun Solo
Pemkot Solo Desak Pemerintah Pusat Untuk Bangun Empat Fly Over
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendesak supaya pemerintah pusat merealisasikan pembangunan fly over atau jembatan layang untuk kendaraan
Penulis: suharno | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno
TRIBUNJATENG.COM, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mendesak supaya pemerintah pusat merealisasikan pembangunan fly over atau jembatan layang untuk kendaraan di sejumlah perlintasan sebidang di Kota Bengawan.
Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan desakan tersebut lantaran hingga kini belum satu pun permohonan pembangunan fly over yang diajukan, ditindaklanjuti pemerintah pusat.
"Kami juga telah mendatangi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, untuk meminta realisasi pembangunan fly over," ujar walikota yang akrab disapa Rudy, Jumat (29/7/2016).
Keempat lokasi yang dibidik Pemkot menjadi lokasi pembangunan jalan layang itu adalah perlintasan sebidang antara jalan raya dengan rel kereta api di Jalan Slamet Riyadi (Purwosari), Simpang Joglo, Jalan S Parman (Balapan) dan Jebres.
"Kalau tidak segera dibangun fly over, kemacetan di titik-titik tersebut bisa semakin parah," sambung Rudy.
Sebelumnya Pemkot sudah mengirimkan permohonan pembangunan fly over tersebut kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak bulan April. Namun hingga akhir Juli, belum ada jawaban resmi dari pemerintah pusat.
"Sebenarnya kami berharap agar fly over itu bisa dibangun bertahap mulai 2017 di perlintasan sebidang Purwosari. Sebab kepadatan lalu lintas di sana sangat tinggi. Apalagi Jalan Slamet Riyadi merupakan ruas jalan utama Kota Solo," ungkap Rudy.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Yosca Herman Soedrajat mengatakan, perlintasan sebidang menjadi salah satu lokasi rawan macet.
Terus meningkatnya kendaraan pribadi yang melintas di jalan-jalan utama Kota Solo, ikut memicu kemacetan tersebut di saat jalan pada perlintasan ditutup karena ada kereta api yang melintas.
"Namun proyek ini tidak bisa dikerjakan Pemkot, karena membutuhkan dana yang sangat besar. Makanya kami berharap pemerintah pusat bisa mengucurkan anggaran untuk pembangunannya," kata dia. (har)