Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Eksotisme Pantai Selok Pipo yang masih 'Perawan' di Pulau Napi

Tak hanya itu, Pulau Nusakambangan juga digunakan sebagai tempat untuk melarung sesaji pada upacara tradisi yang digelar rutin setiap tahun

Tayang:
Penulis: Widha Kumalasari | Editor: rustam aji
tribun jateng/widha Kumalasari
Keindahan Pantai Selok Pipo di Nusakambangan 

TRIBUNJATENG.COM - Pulau Nusakambangan atau yang kerap disebut dengan Pulau Napi ini pasti terbilang mengerikan bagi banyak orang. Tentu saja anggapan itu ada dalam benak kebanyakan orang di Indonesia maupun luar negeri. Pasalnya, ada ratusan nara pidana kelas "kakap" yang mendekam di sana. Selain itu, gugusan hutan belantara di pulau itu masih terdapat banyak binatang buas yang hidup bebas. Mungkin jika dibandingkan hampir sama dengan Pulau Alcatraz di San Francisco, California, Amerika Serikat.

Pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Cilacap ini dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat yang misterius dan angker. Sudah banyak nara pidana yang berhasil dieksekusi mati di sana. Bahkan banyak cerita mistis yang beredar di masyarakat mulai dari penunggu pulau, misteri pohon kelapa yang berada di ujung selatan pulau serta uniknya bunga wijaya kusuma yang hanya tumbuh di pulau tersebut.

Tak hanya itu, Pulau Nusakambangan juga digunakan sebagai tempat untuk melarung sesaji pada upacara tradisi yang digelar rutin setiap tahun yakni sedekah laut. Ritual itu bertujuan untuk menghormati leluhur penguasa laut pantai selatan, Nyi Roro Kidul. Nelayan setempat mempercayai bahwa hal itu akan memberi banyak hasil tangkapan setelah bersyukur melalui ritual tersebut.

Namun, dibalik seram serta misterinya pulau ini menyimpan keindahan yang tak kalah jika dibandingkan dengan pantai di seluruh Indonesia. Di bagian selatan Pulau Nusakambangan terdapat pantai yang sangat cantik karena tak terjamah yakni Pantai Selok Pipo.

selok pipo
tribun jateng/widha kumalasari

Pantai eksotis ini belum banyak diketahui karena minimnya promosi pariwisata daerah setempat. Untuk menuju Pantai Selok Pipo, pengunjung harus menyeberang ke Pulau Nusakambangan melalui Pantai Teluk Penyu menuju Pantai Cimiring. Biaya yang dikeluarkan cukup murah, untuk pulang pergi hanya membayar kapal Rp 25 ribu saja. Penyeberangan memakan waktu sekitar 15 menit dengan menggunakan kapal motor tempel.

Sesampainya di Pantai Cimiring, perjalanan akan berlanjut dengan berjalan kaki selama kurang lebih 45 menit. Jalan yang ditempuh naik turun bukit melintasi setapak kecil. Pengunjung juga akan melewati hutan yang masih rimbun dan tanah yang sangat basah bahkan sungai.

Namun, lelahnya tracking akan terbayar lunas dengan suguhan pemandangan di Pantai Selok Pipo. Bebatuan dan pasir putih mendominasi area pantai ini. Saat ombak sedang surut pengunjung bahkan bisa melihat bintang laut yang banyak dijumpai di bebatuan.

selok pipo-2
tribun jateng/widha kumalasari

Karena pantai ini sangat jarang dikunjungi maka tidak akan dapat ditemui pedagang makanan. Oleh karena itu, pengunjung diwajibkan untuk membawa perbekalan makanan dan minuman.

Alangkah baiknya mengunjungi Pantai Selok Pipo bersama orang yang mengetahui lokasi sebab jalurnya memang tidak mudah ditemui. Untuk kembali ke Pantai Cimiring akan menemui jalur yang sama ketika pulang, menaiki tebing bebatuan dan bukit. Barulah dilanjutkan naik kapal motor ke Pantai Teluk Penyu.

Perjalanan menuju ke Pantai Selok Pipo memang terbilang ektrem tapi itu sebanding dengan pemandangan yang tersaji di sana. Yuk, ke Pulau Nusakambangan! (widha kumalasari)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved