Jumat, 10 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kabar Setoran Rp 450 Miliar dari Freddy Budiman ke Oknum BNN Mulai Ada Sisik Melik

Kabar Setoran Rp 450 Miliar dari Freddy Budiman ke Oknum BNN Mulai Ada Sisik Melik

Editor: iswidodo
tribunjateng/dok
ILUSTRASI peredaran narkoba dikendalikan oleh napi di Nusakambangan 

TRIBUNJATENG.COM - ‎Curhat tereksekusi mati Freddy Budiman soal "uang setoran" miliaran rupiah pada oknum BNN dan petinggi Polri bergulir layaknya bola panas. Banyak pihak berharap kebenaran informasi yang ditulis oleh Koordinator Kontras, Haris Azhar ‎itu bisa diselidiki dan diungkap ke publik.

‎Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar menuturkan sebenarnya ada petunjuk menarik yang bisa segera ditindaklanjuti."Gini, itu kan pengakuan Freddy ke Haris ya. Itu ada clue (petunjuk) yang bisa ditangkap. Dan ini bisa ditelusuri," ujarnya Sabtu (30/7).

(Dibanding 3 Tereksekusi Mati Lain, Freddy Budiman Paling Tegar, Ia Hanya Melakukan Ini)

Petunjuk itu terkait keterangan Kalapas Nusakambangan. Saat itu diceritakan ada pihak BNN yang mendatangi Ka‎lapas dan bertanya mengapa di sel Freddy dipasang dua CCTV. "Itu kan mudah melacaknya, tanya ke Kalapas saat itu, siapa orang BNN itu," ujarnya.

Abdul Fickar menambahkan informasi itu adalah informasi yang sangat bagus dan menarik. Sehingga langkah yang segera dilakukan yakni baik Polri maupun BNN menelusuri dari adanya orang BNN yang sering bolak balik ke Lapas Nusakambangan.

‎Seperti diberitakan sebelumnya, beredar viral curhatan gembong narkoba Freddy Budiman pada Koordinator Kontras, Haris Azhar. Khususnya bagaimana Freddy leluasa membawa narkoba di mobil yang dikendarainya bersama seorang oknum anggota TNI. Juga soal setoran Freddy ke oknum BNN serta petinggi Polri hingga miliaran rupiah. Menurut Haris, kesaksian Freddy terdapat dalam pleidoi yang ia buat. "Saya tanya ke Pak Freddy, di mana informasi lengkapnya. Dia bilang, 'Coba cek di pleidoi saya," kata Haris.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar mengatakan jika ada oknum anggota Polri yang terlibat dan menerima "uang setoran" dari Freddy, maka oknum itu akan ditindak."Kalau memang terbukti, pastilah akan ditindak tegas, diproses hukum hingga pencopotan," tegas Boy.

Boy mengungkapkan sudah berkoordinasi dengan Koordinator Kontras, Haris Azhar dan berencana bertemu. Namun dimana pertemuan berlangsung dan kapan, jenderal bintang dua itu enggan membocorkan. Mantan Kapolda Banten ini menegaskan maksud dirinya menemui Haris untuk mengetahui kebenaran informasi dan detailnya. Pasalnya Boy tidak ingin viral yang kini menyebar luas itu malah menjadi fitnah.

"Kalau memang itu adalah sebuah kebenaran mari kita dukung. Kami juga komitmen dengan Kapolri. Kami ingin obyektif, kami tuntaskan. Mudah-mudahan bisa menguak kebenaran yang ada," katanya.
Kabag Humas BNN, Kombes Slamet Pribadi mengatakan pihaknyaakan menindak tegas kalau ada oknum anggotanya terlibat dalam bisnis narkoba Freddy.

"Jika terbukti, oknum BNN membantu Freddy Budiman dalam melancarkan bisnis narkobanya, maka BNN akan memberikan sanksi yang tegas dan keras sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," kata Slamet. (tribunnews)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved