KSP Karya Niaga Bermasalah, Pengurus Minta Tukimin Bertanggungjawab

KSP Karya Niaga Bermasalah, Pengurus Minta Tukimin Bertanggungjawab atas masalah keuangan.

KSP Karya Niaga Bermasalah, Pengurus Minta Tukimin Bertanggungjawab
tribunjateng/dok
uang rupiah 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa koperasi simpan pinjam (KSP) di Jawa Tengah dilanda masalah. Setelah KSP Intidana, Mitra Mandiri Sejahtera, Bhakti Guna Sejahtera, Multi Dana dan Jasa mandiri, kini KSP Karya Niaga di Demak juga mengalami masalah.

Ketua KSP Karya Niaga yang baru, Imam Supa’at mengatakan, sebagai ketua baru ia ingin menyelamatkan KSP yang beralamat di Jalan Gajah Geneng, No. 13, Desa Ngaluran, Kec. Karanganyar, Kabupaten Demak. Ia tidak ingin Karya Niaga tutup dan merugikan para anggota.

"Bagaimanapun KSP ini harus diselamatkan, sebagai pengurus baru kita berkomitmen untuk mengembalikan tabungan para nasabah," kata Supa'at, dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/8/2016).

Ia menuturkan, masalah keuangan yang terjadi disebabkan oleh manajemen kepengurusan yang lama hingga penyalahgunaan kewenangan berupa penggunaan dana KSP oleh ketua KSP yang lama untuk kepentingan pribadi.

Saat ini, kata Supa'at, tindakan yang dilakukan adalah merampingkan para karyawan yang tidak bisa mempertanggungjawabkan kewenangannya. "Kita lagi bekerja keras untuk menyelesaikan kredit macet nasabah lain, sehingga KSP karya Niaga masih tetap berjalan," tuturnya.

Terkait upaya pengembalian keuangan yang dipergunakan kepengurusan lama, hal itu telah diserahkan kepada tim kuasa hukumnya guna menempuh berbagai upaya terhadap ketua lama yaitu HM Tukimin Noto Wicaksono. Dimana kuasa hukumnya nanti meminta pertanggungjawaban dari HM Tukimin Noto Wicaksono.

Kuasa hukum pengurus baru KSP Karya Niaga, Sukarman mengatakan, sudah mengirimkan surat somasi kepada Tukimin Noto Wicaksono yang menjadi ketua KSP mulai 1991 sampai 2015. Pihaknya juga menunggu etikad baik agar menyelesaikan segala persoalan yang ditimbulkannya.

"Berdasarkan Surat Penyataan bertandatangan dan bermaterai cukup, pada 28 Januari 2015, Tukimin Noto Wicaksono mengakui telah menggunakan keuangan KSP Karya Niaga senilai Rp 1,262 miliar," jelasnya. Pernyataan tersebut, kata Sukarman, sudah tegas diakui Tukimin Noto Wicaksono. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved