Nasib Oh Nasib, Gara-gara Utang Rp 3 Ribu Suami Istri Miskin Ini Dibunuh

Nasib Oh Nasib, Gara-gara Utang Rp 3 Ribu Suami Istri Miskin Ini Dibunuh

Nasib Oh Nasib, Gara-gara Utang Rp 3 Ribu Suami Istri Miskin Ini Dibunuh
kompas.com/ist
Utang memang wajib dibayar, namun bukan berarti penagih utang dapat melakukan apapun pada penghutang, apalagi sampai membunuh. 

TRIBUNJATENG.COM - Utang wajib dibayar. Namun bukan berarti penagih utang bisa berbuat seenaknya kepada pengutang, apalagi menghabisi nyawanya. Nasib tragis dialami pasangan suami istri dari komunitas Dalit India yang dibunuh gara-gara tak bisa melunasi utang 15 rupee atau Rp 3 ribu saja.

Keluarga asal negara bagian Uttar Pradesh, India itu merupakan kasta paria atau terendah di hirarki masyarakat Hindu India. Polisi katakan, pasangan Bharat dan Mamta dibunuh oleh pemilik toko kelontong dari kasta lebih tinggi, Kamis (28/7/2016). Polisi pun segera menangkap pemilik toko kelontong itu.

Dalam berita yang dilansir Press Trust of India insiden ini terjadi di Distrik Mainpuri, Kamis pagi, ketika Bharat dan Mamta sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja. Saat itu, mereka dicegat oleh Ashok Mishra, sang pemilik toko kelontong.

Lelaki itu menuntut pasangan tersebut untuk membayar utang seharga tiga bungkus biskuit yang telah dibeli beberapa hari lalu. Tiga biskuit itu dibeli Bharat dan Mamta untuk tiga anak mereka.
Disebutkan, pasangan itu meminta kesabaran, dan berjanji akan membayar setelah menerima upah harian mereka Kamis malam.

"Ketika Mishra berteriak-teriak meminta pembayaran, pasangan itu berjalan menuju ladang," kata Nadeem, seorang warga setempat, seperti dirilis surat kabar Indian Express.

"Mishra kemudian berlari ke rumahnya yang tak jauh dari lokasi itu, dan kembali lagi sambil membawa kapak," ujar Nadeem.

Mishra lalu menghujamkan kapaknya berkali-kali ke tubuh Bharat. Setelah itu, dia menyerang Mamta yang berusaha untuk menyelamatkan suaminya. "Pasangan itu meninggal di tempat," sebut Nadeem.

Masyarakat Dalit di desa itu lalu memblokade jalan sebagai bentuk protes atas kejadian tersebut. Sebelumnya, pada awal bulan ini, empat warga Dalit diserang oleh pasukan perlindungan sapi bentukan warga.

Saat itu mereka mencoba untuk menguliti bangkai seekor sapi di negara bagian Gujarat barat.
Padahal, sapi merupakan hewan suci bagi umat Hindu dan pemotongan hewan ini dilarang di banyak negara bagian di India. Maret lalu, seorang lelaki Dalit dibunuh karena menikahi perempuan dari kasta yang lebih tinggi di negara bagian Tamil Nadu. (*)

Editor: iswidodo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved