Siang Malam, Kawasan di Tegal Ini Dilanda Rob

Genangan air saat tidak hujan membuat lingkungan terlihat kumuh. Serta membuat warga tidak bisa nyaman.

Siang Malam, Kawasan di Tegal Ini Dilanda Rob
Tribun Jateng/mamdukh adi priyanto
Rob di Tegal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- "Sudah hampir 10 tahun jalan di kawasan ini tergenang rob. Baik siang malam, hujan ataupun tidak tetap jalan tergenang rob," kata seorang warga Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Rinawati (30), Rabu (3/8/2016).

Menurutnya, jalan di kawasan itu memang rutin tergenang air rob. Kondisi diperparah jika hujan turun. Limpasan air laut itu bisa masuk ke dalam rumah.

Berdasarkan pantauan Tribun Jateng, Rabu siang, meskipun tidak turun hujan, air tergenang sepanjang sekitar 100 meter di Jalan Sangir dan Jalan Karimunjawa.

"Padahal sudah tidak ada hujan selama beberapa hari, namun ya tetap saja ada genangan," tandasnya.

Meskipun tidak sampai masuk ke rumah, rob yang melanda wilayah di tepi pantai Kota Tegal itu diakui mengganggu aktivitas warga.

Hal tersebut disampaikan warga RT 002 RW 011 Kelurahan Mintaragen, Akmal Muntaha (36). Menurutnya, saat jalan tergenang, aktivitas warga terhambat karena harus melalui genangan air saat berjalan di depan rumah.

"Kalau hujan, kondisi sangat parah. Air bisa masuk ke rumah. Bayangkan saja, tiap hari selama 10 tahun harus hidup berbarengan dengan rob," ucapnya.

Selain itu, kata dia, genangan air saat tidak hujan membuat lingkungan terlihat  kumuh. Serta membuat warga tidak bisa nyaman.

Ia pun takut, genangan air bisa mendatangkan penyakit bagi warga. Meskipun demikian, Akmal berterimakasih kepada Pemerintah Kota Tegal membangun saluran air sepanjang bahu jalan.

Pembangunan saluran air itu, kata dia, membuat kondisi lumayan tidak separah dulu.

"Ya mending lah ada pembangunan saluran air yang dibangun sebelum Lebaran kemarin. Namun kalau hujan, air masih masuk ke rumah warga," terangnya.

Pria yang berprofesi sebagai wiraswasta itu pun membuat penghalang air atau tanggul dengan adukan semen di teras rumahnya supaya air tidak masuk. Namun hal itu tidak bermanfaat jika ketinggian air melebihi batas penghalang tersebut.

Sejumlah warga di kawasan tersebut pun terpaksa harus meninggikan jalan dan lantai rumah serta membuat tanggul. Untuk mengatasi agar rob tidak masuk ke pemukiman dan rumah warga.

"Kami berharap pemerintah tidak hanya membuat saluran air, namun juga meninggikan jalan hingga batas saluran air. Saat ini, permukaan jalan masih dibawah saluran air," jelasnya.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved