Breaking News:

Sudah 18 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai Sumut

Sudah 18 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai Sumut

Editor: iswidodo
bbc
Sudah 18 Orang Jadi Tersangka Kerusuhan Tanjungbalai Sumut 

TRIBUNJATENG.COM - Tersangka pelaku kerusuhan di Tanjung Balai, Sumatra Utara, yang menyebabkan kerusakan sejumlah vihara dan klenteng bertambah menjadi 18 orang, sementara polisi terus memburu orang-orang yang dituduh sebagai aktor intelektualnya.

Adapun seseorang yang dituduh sebagai penyebar kebencian melalui media sosial telah ditangkap di Jakarta. Dia dituduh menyebarkan pesan bernada menghasut sehari setelah kerusuhan Tanjung Balai, kata pejabat penerangan Polda Metro Jaya.

"Sudah ada 18 tersangka sampai Selasa (2/8) sore, dan tuduhannya masih melakukan pembakaran dan perusakan," kata juru bicara Polda Sumatra Utara, Rina Sari Ginting, Rabu (03/08) pagi kepada BBC Indonesia.

Para tersangka adalah warga kota Tanjung Balai, Sumut. Mereka saat ini ditahan di Polres Tanjung Balai
Pihaknya juga terus meminta keterangan dari para tersangka serta saksi-saksi lainnya untuk mencari orang atau kelompok yang disebut sebagai "aktor intelektual" kerusuhan Tanjung Balai.

"Pemeriksaan itu kita dalami, kembangkan sampai menemukan siapa yang menyuruh melakukan (pembakaran dan perusakan vihara dan klenteng)," kata Rina Sari.

Sementara, seseorang yang dituduh sebagai penyebar kebencian melalui media sosial terkait kerusuhan Tanjung Balai telah ditangkap di Jakarta. Dalam keterangan kepada wartawan, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, pria berinisial AT (41) menuliskan pesan bernada provokatif yang mengkaitkan kerusuhan Tanjungbalai dengan kerusuhan 1998.

"Dia mengajak yang lainnya kembali seperti zaman kerusuhan 1998," kata Awi Setiyono. "Memang sifatnya provokatif."

Menurut polisi, tersangka menuliskan pesannya di media sosial sehari setelah kerusuhan Tanjung Balai.
Walaupun tidak ditahan, polisi akan menjerat tersangka dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman paling lama 6 tahun penjara.

Kapolri sebelumnya telah menyatakan bahwa pihaknya melacak orang-orang yang melalui media sosial melancarkan ujaran kebencian terkait kerusuhan Tanjung Balai. Temuan awal polisi menyebutkan kerusuhan Tanjung Balai diawali pesan bernada provokasi di media sosial yang kemudian menyulut amuk massa. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved