Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok Dikebut

Proyek pembangunan Kampung Bahari di Tambaklorok masih berlangsung. Sebanyak 126 rumah warga akan terdampak proyek pemerintah pusat tersebut.

Pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok Dikebut
tribunjateng/dok
FOTO DOKUMEN nelayan di Tambaklorok Kota Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Galih Permadi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Proyek pembangunan Kampung Bahari di Tambaklorok masih berlangsung. Sebanyak 126 rumah warga akan terdampak proyek pemerintah pusat tersebut.

Kabid Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan mengatakan dari 126 rumah warga, hanya 84 rumah warga yang bersertifikat. Meski demikian proses ganti untung akan dilakukan sesuai tahapannya.

"Kami masih menunggu LARAP (Land Acquisition And Resettlement Action Plan) dan saat ini masih proses pengukuran bidang lahan atau bangunan yang terkena dampak oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Kemudian data diberikan kepada tim appraisal, untuk menentukan besaran ganti untungnya," ujarnya, Kamis (4/8).

Kendala pengerjaan yakni terkait pemahaman pembebasan lahan antara Pemkot Semarang dengan warga terdampak. "Saat ini terjadi multi tafsir di warga. Pemkot bekerja sesuai dengan kajian teknis. Jika yang terdampak hanya dua meter persegi ya itu yang akan dibebaskan. Namun ada warga yang meminta sekalian dibebaskan. Tidak bisa begitu. Kalau pemerintah berdasarkan kebutuhan lahan saja," kata Farchan.

Farchan mengatakan Ganti untung lahan warga terdampak warga dihitung berdasarkan tim appraisal. "Warga tidak bisa hanya berasumsi harga di sana sekian. Harus ada bukti hitam di atas putih dari lembaga yang pernah menaksir lahan di sana sekian. Pemerintah bekerja sesuai bukti tertulis hitam di atas putih. Kalau asumsi terus menuruti kemauan warga ya bisa-bisa kita masuk penjara," ujarnya.

Selain lahan warga, pembangunan proyek ini juga akan memakai lahan milik PT Pelindo III. Sampai saat ini PT Pelindo III berkomitmen mendukung pembangunan Kampung Bahari Tambaklorok.

"Apapun pembangunan pelabuhan Tanjung Mas kalau sebelahnya kumuh ibarat sayur tanpa garam. Kampung Bahari ini akan menjadi jendela dari Tanjung Mas. Bahkan PT Pelindo akan memutus kerjasama dengan pihak lain yang memakai lahan," ujarnya.

Farchan menyatakan bahwa pemerintah tidak akan mundur dengan komitmen mengubah wajah kampung Tambaklorok menjadi lebih baik.

"Dengan adanya kampung Bahari ini kami ingin kehidupan masyarakat Tambaklorok menjadi lebih baik. Anak cucu akan menikmati lingkungan yang lebih baik dan kepentingan luas ini untuk kepentingan negara," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyatakan bahwa pembangunan Kampung Bahari tetap dilanjutkan setelah bertemu dengan pihak Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), kemarin.

"Berdasarkan rapat koordinasi hari ini (kemarin), konsep kampung bahari harus terealisasi dan hingga saat ini proyek terus berjalan. Kami pun sudah menganggarkan untuk pembebasan lahan," ujarnya.

Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, berharap warga terdampak pembangunan agar tetap mendukung program pemerintah tersebut.

"Kami akan melakukan ganti untung sesuai apraisal yang tidak menyengsarakan warga. Saya harap warga legowo karena ini bicara hasil pembangunan akan menaikkan ekonomi warga Tambaklorok. Mari kita sukseskan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi optimistis Kampung Bahari akan memberi dampak terhadap perekonomian warga Tambaklorok dans sekitarnya. Untuk itu diperlukan dukungan warga. "Pemkot harus memberikan ganti untung sesuai apraisal. Saya harap warga merelakan lahannya untuk penataan Kampung Bahari. Jika ini terealisasi tentu manfaatnya akan besar bagi warga terutama meningkatkan perekonomian warga," ujarnya. (*)

Penulis: galih permadi
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved