Saat Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar Beda Angka Sebut Dana Simpanan Pemprov Jateng

Saat Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar Beda Angka Sebut Dana Simpanan Pemprov Jateng

Saat Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar Beda Angka Sebut Dana Simpanan Pemprov Jateng
tribunjateng/dok
Saat Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar Beda Angka Sebut Dana Simpanan Pemprov Jateng 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, akan mengirimkan laporan keuangan Pemprov Jateng ke Menteri Keuangan (Menkeu) dan Presiden. Saat ini, dirinya masih memerintahkan pada jajarannya untuk membuat laporan secara lengkap.

"Sekarang kita sedang kumpulkan semua, nanti saya mau laporkan langsung agar tidak terjadi miss persepsi mengenai bagaimana pengelolaan keuangan kita," katanya, Senin (8/8/2016).

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyebut bahwa dana milik Pemprov Jateng yang disimpan di bank mencapai Rp 2,46 triliun. Dana tersebut diminta untuk dibelanjakan agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Namun Ganjar menampik, melainkan dana yang ada setelah dicek ternyata Rp 1,8 triliun.

"Tak ada satupun mata anggaran yang kita rem, kemarin berbeda. Data Rp 1,8 triliun ini pun data dinamis," kata Ganjar.

Ia mengungkapkan, bahwa dana tersebut merupakan dana keluar masuk, di antaranya dari masyarakat yang membayar pajak tiap hari. Selain itu juga ada dana belanja daerah yang diperuntukkan bagi proyek-proyek pemerintah yang dikerjakan para kontraktor.

"Kontraktor ketika mau mengambil bayaran, kan, suka-suka dia. Kalau yang belum, memang masih tertahan di tempat kita. Nah, yang seperti ini mungkin tidak terkomunikasikan," katanya.

Ia justru meminta pada Presiden dan Menkeu, jika ada informasi dana macet agar segera disampaikan ke Gubernur agar segera ditindaklanjuti. "Kami menggunakan uang lho, kalau kami kekurangan duit kita akui sekarang, kalau mau ditambah duit kami mau, tak belanjakan habis. Jateng tidak ada yang kita tahan hanya untuk dapat bunga, tidak ada," katanya.

Sementara itu, Kepala Biro Keuangan Setda Pemprov Jateng, Arif Sambodo mengatakan, bahwa pemerintah pusat menganggap ada dana Rp 2,467 triliun yang masih belum terserap menurutnya hal yang wajar, karena masih triwulan kedua. "Data itu mungkin diambil pada triwulan pertama dan kedua," katanya.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved