Breaking News:

Bidan Pegang Kunci Penting Terkait Sosialiasi SMSBunda Untuk Ibu Hamil di Kendal

Bidan Pegang Kunci Penting Terkait Sosialiasi SMSBunda Untuk Ibu Hamil di Kendal

tribunjateng/ponco wiyono
SOSIALISASI- Petugas Dinkes Kendal menggelar sosialisasi SMSBunda di kelas ibu hamil di Desa Bulugede kecamatan Patebon Kabupaten Kendal Jateng, Selasa 9 Agustus 2016 

Laporan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Kendal tergolong fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2015 lalu, jumlahnya mencapai 23 kasus, sedangkan pada tahun sebelumnya, terjadi 19 kasus setelah pada 2013 terjadi 21 kasus.

Penanganan masalah tersebut hingga saat ini masih terus diusahakan oleh Dinas Kesehatan setempat, salah satunya dengan mengenalkan program SMSBunda. Program yang masuk ke Kendal pada September 2015 itu masih perlu pensosialisasian masif, antara lain melalui kegiatan kelas ibu hamil (bumil).

Lina Prasetyawati (25), mengakui jika selama ini ia hanya mengandalkan bidan di desanya untuk berkonsultasi seputar kehamilan. Hal ini lantaran warga Desa Bulugede Kecamatan Patebon itu tidak tahu kepada siapa ia harus bertanya perihal perawatan kandungannya yang berusia enam bulan.

"Saya pernah keguguran sekali. Waktu itu saya hamil pertama dan benar-benar awam terkait perawatan kandungan, sehingga terjadi pendarahan," akunya, pada kegiatan kelas bumil di RW II Desa Bulugede, pada Selasa (9/8).

Dalam kelas bumil di RW II tersebut, Lina ditemani dua ibu hamil lain yang berusia muda, Lina Arismawati (26) dan Purwati (23). Menurut Lina, peserta kelas bumil di RW II memang sedikit lantaran RW-RW lain memiliki jadwal tersendiri.

Kini ketika ia mengandung untuk kali kedua, sesekali Lina merasakan nyeri pada pinggang, atau boyoken dalam istilah Bahasa Jawa. Meski Lina mengaku tidak pernah melakukan pekerjaan berat, namun bidan yang membimbingnya mengatakan jika sakit pinggang yang ia alami juga termasuk pengaruh dari kehamilan yang pertama.

"Mungkin posisi janinnya juga tidak begitu kuat. Saran saya, jangan mengerjakan yang berat-berat, makan sayuran dan minum air putih," kata sang bidan pengampu, Nur Widatun atau Wiwid.

Wiwid merupakan bidan asal Puskesmas Patebon 2. Mengemban misi Dinkes agar ibu dan bayinya bisa tetap selamat, Wiwid mengaku ia dan para bidan lain telah mengusahakan agar ibu-ibu hamil di pelosok Patebon menerima pendidikan seputar kehamilan secara menyeluruh.

Sebelum di Bulugede, Wiwid mengampu kelas bumil di Desa Kebonharjo. Berbeda dengan Bulugede yang kelas bumilnya terbagi tiap RW, di Kebonharjo ia mengampu empat RW sekaligus. Menurutnya, hal tersebut memperkaya pemahaman ibu hamil karena pertanyaan yang diajukan lebih beragam.

Sisi lebih lainnya, sosialisasi mengenai keberadaan program seperti SMSBunda juga lebih mudah lantaran jumlah pesertanya lebih besar. Wiwid sendiri mengaku sebenarnya antusiasme ibu hamil untuk mengikuti program ini cukup bagus. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved