Breaking News:

Fiesta White Tea Raih Award Best Innovator In White Tea – Asian Silver Needle Tea

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan menciptakan produk Fiesta White Tea, minuman teh ready-to-drink dengan bahan dasar White Tea

Penulis: hermawan Endra | Editor: rustam aji
istimewa
Fiesta White Tea Raih Award Best Innovator In White Tea – Asian Silver Needle Tea Cold Filling Drink Technology 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PT Singa Mas Indonesia, anak perusahaan Charoen Pokphand, lewat produknya Fiesta White Tea berhasil menarik hati konsumen hingga meraih Best Innovator In White Tea – Asian Silver Needle Tea, Cold Filling Drink Technology Award 2016 dari JQ Magazine, Technology On Your Life Style.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan menciptakan produk Fiesta White Tea, minuman teh ready-to-drink dengan bahan dasar White Tea pertama di Indonesia.

Brand Manager Fiesta White Tea, Yohan Arsianto menjelaskan, dalam proses produksi pihaknya menggunakan teknologi Aseptic Cold-Filling yang ditujukan untuk menjaga kualitas aroma, rasa dan kebaikan teh tersebut.

Kemudian, daun teh yang sudah diproses menjadi minuman dipanaskan pada suhu 136 derajat celcius dalam waktu beberapa detik untuk mematikan mikroba tanpa merusak daun teh itu sendiri.

Selanjutnya, dikemas dalam botol steril pada suhu 25 derajat celcius sehingga Fiesta White Tea tahan untuk jangka waktu lama, selama tutupnya masih tersegel sempurna.

"Daun teh yang termuda dan proses yang singkat tersebut yang membuat rasa Fiesta White Tea sangat ringan tehnya dan menyegarkan," ujarnya dalam siaran tertulis yang diterima Tribun Jateng, Kamis (11/8).

White Tea dijual seharga Rp.5.500,-perbotol dengan tiga pilihan rasa yaitu Jasmine, Lychee, dan Peach. Minuman ini memiliki banyak manfaat seperti menurunkan kolesterol, melindungi jantung, menurunkan kadar gula darah, mencegah gejaladiabetes melitus, mengurangi penuaan dan pengerutan pada kulit, serta mencegah terjadinya mutasi sel penyebab kanker dan sebagai antivirus serta antimikroba, apalagi jika diminum secara rutin.

Public Relations & Marketing Event Manager, Santo Kadarusman mengatakan, White Tea dipetik dari daun teh termuda yang belum mekar dan masih dalam bentuk kuncup. Daun teh termuda ini dikenal dengan istilah silver needle atau jarum perak, karena memang bentuknya yang agak menyerupai jarum berwarna keperakan setelah dipetik dan dikeringkan.

Setelah di petik, White Tea hanya diuap lalu dikeringkan dengan sangat singkat, tanpa proses fermentasi sama sekali, sebelum akhirnya diproses menjadi daun teh kering. Proses singkat ini menjaga antioksidan White Tea tetap tinggi.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved