Moelyono Dorong Munculnya Pamain Baru Melalui Pelatihan Ekspor Kopi Advance 2106

Moelyono Dorong Munculnya Pamain Baru Melalui Pelatihan Ekspor Kopi Advance 2106

Moelyono Dorong Munculnya Pamain Baru Melalui Pelatihan Ekspor Kopi Advance 2106
tribunjateng/hermawan endra
Proses memilah biji kopi di Kawasan Industri Terboyo Semarang 

Laporan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ekspor kopi nasional pada 2016 ini diprediksi turun dari realisasi tahun lalu. Hal ini akibat dari musim kering berkepanjangan sehingga membuat produktivitas kopi di sejumlah daerah menurun.

"Pada tahun 2015 ekspor kopi nasional sebanyak 8 juta karung atau 480 ribu ton. Sedangkan pada tahun 2016 ini perkiraan hanya 5 juta karung 300 ribu ton," kata Sekretaris Eksekutif Dalam Negeri AEKI, Miftakhul Kirom saat acara Pelatihan Ekpor Kopi Advance 2016 di PT Taman Delta Indonesia (TDI), Kawasan Industri Terboyo Blok M 74-76, Semarang, Kamis (11/8).

Selain karena musim kering berkepanjangan, turunnya volume ekspor ini juga disebabkan karena jumlah eksportir kopi di Tanah Air sedikit. Dari 1.300 perusahaan nasional yang terdaftar, hanya 50 dari mereka yang aktif di pasar internasional. Sementara di Jateng hanya ada empat perusahaan.

Untuk menggairahkan pasar ekpsor dan memunculkan pemain baru, pihaknya menyelenggarakan Pelatihan Ekspor Kopi Advance 2016. Kegiatan ini diikuti 28 perserta, mereka berlatar belakang sebagai pengusaha dan petani kopi berasal dari berbagai daerah yaitu Aceh, Jambi, Toraja, Sidoarjo, Semarang, dan Jakarta.

"Pemerintah berupaya meningkatkan devisa. Kami sebagai instrumen mendorong hal itu. Melihat jumlah peserta dan semangat mereka mengikuti pelatihan ini, menunjukan adanya potensi gairah pebisnis kopi untuk membuka peluang di bisnis ekspor kopi," katanya.

Menurut Kirom, banyak sekali pengusaha yang ingin terjun ke bisnis kopi, ditambah peluang pasar cukup besar, baik itu ekspor maupun perdagangan dalam negeri. Tapi yang menjadi kendala mereka tidak tahu instrumen yang diperlukan untuk menjadi eksportir kopi dan tidak semua perusahaan eksportir terbuka menularkan ilmunya.

"Nantinya diharapkan kehadiran mereka sebagai pemain baru membuat volume ekspor kopi meningkat. Tinggal nanti PR-nya meningkatkan bahan baku," imbuhnya.

Pelatihan ekspor lanjutan yang mengangkat tema "Jadikan Kopi Indonesia Mendunia" ini menghadirkan pembicara Moelyono Soesilo sebagai pemilik PT TDI dan juga Ketua Kompartemen Peningkatan Mutu Produksi Kopi Indonesia BPP AEKI.

Moelyono mengatakan, beberapa praktek yang diajarkan kepada calon eksportir kopi mulai dari menyiapkan dokumen kontrak, mengisi persyaratan dokumen ekspor seperti packing list, invoice, SPEK atau Surat Permohonan Ekspor Kopi, phytosanitary certificate, pengecekan mutu, hingga menyiapkan atau memesan ruang kapal. (*)

Penulis: hermawan Endra
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved