Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Ganjar Pranowo Berharap Gambar Sketsa Bisa Digunakan untuk Diplomasi

Ganjar Pranowo Berharap Gambar Sketsa Bisa Digunakan untuk Diplomasi

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: iswidodo
tribunjateng/rahdyan trijoko pamungkas
Ganjar Pranowo Berharap Gambar Sketsa Bisa Digunakan untuk Diplomasi 

Laporan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Puluhan gambar sketsa dipamerkan di acara Semarang Contemporary Art Galery, Sabtu, (13/8). Pameran seni lukis tersebut bertemakan City In Line.

Gambar sketsa yang dipamerkan tampak seperti nyata yang membuat pengunjung mengamati dengan detail karya seni lukis itu. Pengunjung galeri Agus Budi Santoso (56) warga Kelud menuturkan dengan adanya pameran dapat meramaikan kota Semarang. Pameran tersebut dapat menambah wawasan untuk orang belum mengetahui seni lukis sketsa dan cat air.

“Saya bukan pelukis tapi saya ikut dengan mereka. Ya saya bisa sketsa sedikit-dikit tapi jarang ikut,” ujarnya.

Ia menilai gambar yang dipanjang perlu adanya kreativitas warna dan pengambilan angle untuk lebih ditingkatkan. Karya tersebut dirasa sudah cukup berani untuk menciptakan gambar lebih hidup. ”Apalagi dari arsitek kelihatan gambarnya,” tuturnya.

Dia berharap event-event seperti ini dapat diperbanyak lagi. Agar masyarakat dapat memilih tujuan berlibur pada akhir pekan. Selain itu dengan banyak event seni kota Semarang dapat dijadikan sebagai kota Seni bukan lagi kota dagang.

Ketua Panitia City In Line Tatas Sehono menyebutkan tujuan dari pameran lukis adalah acara tahapan dari Semarang Urban Sketh walk merupakan bagian acara internasional. Semarang Urban Sketh walk diikuti 400 peserta dari sketser nasional maupun internasional.

“Peserta dari luar negeri New Zealand, Thailand, Malaysia, Singapura,Kanada. Pameran ini adalah bagian dari acara tersebut dengan tujuan masyarakat Semarang turut mengapresiasi karena wacana urban Sketser belum banyak diketahui,” ujarnya.

Panita akan mengedukasi masyarakat yang belum mengetahui acara tersebut. Pameran Sketsa diikuti oleh 59 peserta dari Indonesia yang dibagi menjadi sembilan chapter yaitu Bogor, Cirebon, Solo, Yogyakarta, Bali, Semarang, Kendal, Bandung dan diikuti lima mentor yang akan mengikuti Internasional Semarang Sketh Work. “Jumlah karya yang dipamerkan berjumlah 71 karya dengan tema city in line,” ujarnya.

Menurutnya City In Line adalah seseorang mengabadikan sudut-sudut kota yang menarik dengan arti pelukis ikut mempromosikan sudut kota dengan diabadikan melalui kamera maupun lukisan sketsa.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang berada di lokasi pemeran katakan potensi Sketsa yang ada sangat menarik dan bisa dibukukan. Ganjar ingin karya seni lukis dapat menjadi diplomasi tentang pariwisata yang ada di Jawa Tengah.

“Tidak hanya dipamerkan di galeri. Tapi seni lukis tersebut dapat nempel di kalender, di stiker, dan kaos oblong,” ujarnya.

Dengan diplomasi gambar-gambar tersebut menempel pada kaos oblong membuat Semarak karya seni dari Jawa Tengah dan Indonesia bisa dimunculkan. Hal tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya dari gambar-gambar tersebut. “Semoga teman-teman bisa berkontribusi,” ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved