Breaking News:

Dari Gambar Iklan Ban Tahun 1979 Sampai Tulisan Ngapak Hiasi Dinding Meotel Purwokerto

Berada di lahan sekitar 6.000 meter persegi di dekat pusat kuliner GOR Satria Purwokerto, Meotel by Dafam Hotels dibangun

Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: muslimah
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Owner Meotel Purwokerto, Budi Suroso (kedua dari kiri) bersama managing director dafam hotel management, Andhy Irawan (kanan) memotong pita pada acara soft opening Meotel Purwokerto, Rabu (17/8/2016) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BANYUMAS - Berada di lahan sekitar 6.000 meter persegi di dekat pusat kuliner GOR Satria Purwokerto, Meotel by Dafam Hotels dibangun.

Hotel dengan konsep retro art, artistik, dan bergaya vintage itu tampak saat baru saja memasuki halaman hotel yang berada di Jalan Dr Suparno, Arcawinangun, Purwokerto itu. Bangunan hotel bercat warna cokelat ciri khas retro atau vintage.

Begitu masuk hotel, tampak lukisan di dinding yang makin mengesankan kesan lawas atau vintage. Begitu juga dengan gambar yang menggantung di tembok, semisal gambar iklan ban yang tetulis tahun 1979 dan gambar-gambar lain.

Bahkan, lagu yang diputarkan di lobi merupakan lagu lawas. Begitu sampai di lorong hotel, gambar-gambar dengan tulisan plesetan memenuhi tembok.

Misalnya kata 'Jer Basuki Mowo Bejo'. Kemudian ada juga tulisan di dinding yang menggunakan Ngapak atau logat khas Banyumas, semisal 'Ana Gula Ana Semut, Ana Inyong'. Tulisan-tulisan Ngapak juga terpampang di kaca lobi hotel.

Membawa unsur kedaerahan ke dalam hotel dinilai merupakan faktor pembeda Meotel dengan hotel budget lain.

"Kami mengetahui konsep hotel lain seperti apa, namun, kami ingin menjadi trendsetter, bukan follower. Kemungkinan, konsep yang kami anut ini, di masa mendatang akan ada yang mengikuti," kata Managing Director Dafam Hotel Management, Andhy Irawan, saat soft opening Meotel Purwokerto, Rabu (17/8/2017).

Pihaknya optimis dengan keunggulan fasilitas, Meotel dapat bersaing dengan hotel budget lain. Sudah ada sekitar 11 hotel berbintang di Banyumas yang sebagian besar berada di Purwokerto.

"Dengan keunggulan fasilitas yang ada, kami bisa bersaing dengan hotel budget lain dengan harga yang ada," imbuhnya.

Dengan fasilitas yang ada, diharapkan menjadi pilihan wisatawan maupun pebisnis untuk memilih akomodasi yang lengkap dan nyaman dengan harga Rp 388.000 permalam.

Kedepannya, Meotel bakal dilengkapi fasilitas kolam renang, museum 3D, dan massage. Saat ini, cafe yang berada di depan hotel sudah dibangun.

"Kami tahu kompetisi hotel budget di Purwokerto sangat ketat. Oleh karena itu, kami tawarkan produk unik yang sebelumnya belum ada pada hotel lain," terang owner Meotel Purwokerto, Budi Suroso.

Ia pun tidak akan menurunkan harga kamar saat kompetitor menurunkan harga. Budi yakin dengan harga yang dipatok dan fasilitas yang ada merupakan faktor pembeda dengan hotel lain.

Budi berharap dengan adanya Meotel Purwokerto dapat memajukan sektor pariwisata dan industri perhotel di Kota Mendoan.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved