Breaking News:

Napi Kasus Pencabulan Ini Bersyukur Hukumannya Dikurangi Empat Bulan

"Remisi yang diberikan macam-macam ada yang dapat satu bulan, dua bulan, tiga bulan hingga empat bulan," ujarnya.

Penulis: suharno | Editor: rustam aji

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Suharno

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-71 tahun, Rabu (17/8/2016), 188 narapidana di rumah tahanan (Rutan) kelas IA Solo mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman.

Kepala Rutan Solo, Oga Gioffani Darmawan mengatakan remisi diberikan kepada narapidana yang minimal sudah menjalani hukuman enam bulan hukuman penjara.

"Remisi yang diberikan macam-macam ada yang dapat satu bulan, dua bulan, tiga bulan hingga empat bulan," ujarnya.

Dia menambahkan 88 orang mendapat remisi satu bulan, dua bulan ada 53 orang, remisi tiga bulan untuk 18 orang dan 13 orang yang mendapat remisi empat bulan.

Selain itu 13 orang mendapat remisi umum untuk tahap selanjutnya selama satu bulan dan lima orang mendapat remisi dua bulan.

"Dari jumlah tersebut ada 18 narapidana yang langsung bebas usai mendapatkan remisi di hari kemerdekaan," sambungnya.

Prosedur pemberian remisi menurut Oga, yakni pihak Rutan memberikan pertimbangan kepada Kementerian Hukum dan HAM berdasar perilakunya selama di Rutan.

Di sisi lain, Oktober Budiawan, seorang narapidana kasus pencabulan kepada siswanya yang merupakan penyandang disabilitas atau tuna rungu di SMA Luar Biasa Sukoharjo juga mendapat remisi selama empat bulan.

Pria yang harus menjalani hukuman selama 8,5 tahun penjara ini, saat di Rutan seringkali aktif dalam keterlibatan setiap acara Rutan dan memiliki grup musik di dalam Rutan bernama D'kraton.

"Sebenarnya saya tidak melakukan pencabulan dan saat di persidangan juga sudah saya jelaskan tetapi akhirnya tetap di vonis bersalah. Namun, saya tetap bersyukur dapat pengurangan hukuman," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved